Thursday, October 22, 2026
home_banner_first
HUKUM & PERISTIWA

Ratusan Warga Geruduk Kantor Bupati Tapteng, Tuntut Aparat Desa Barambang Dicopot

Mistar.idKamis, 22 Oktober 2026 pukul 17.27 WIB
ratusan_warga_geruduk_kantor_bupati_tapteng_tuntut_aparat_desa_barambang_dicopot

Ratusan warga yang mengatasnamakan Aliansi Masyarakat Menggugat Desa Barambang saat menggelar aksi damai di depan Kantor Bupati Tapteng. (Foto: Feliks/Mistar)

Tapteng, MISTAR.ID - Ratusan warga yang mengatasnamakan Aliansi Masyarakat Menggugat Desa Barambang, Kecamatan Sosorgadong, menggelar aksi damai di depan Kantor Bupati Tapanuli Tengah (Tapteng), Kamis (22/10/2026).

Massa aksi yang terdiri dari kaum ibu, lansia, hingga pemuda ini berjalan kaki menuju gerbang Kantor Bupati Tapteng. Mereka mendapat pengawalan ketat dari aparat kepolisian dan Satpol PP Tapteng.

Dengan mengenakan ikat kepala sebagai simbol perjuangan dan membawa poster berisi tuntutan, massa meminta Bupati Tapteng, Masinton Pasaribu, hadir untuk mendengarkan langsung aspirasi mereka.

Dalam tuntutan yang dibacakan Koordinator Aksi, Hasudungan Silaban, massa meminta Bupati Tapteng mencopot seluruh aparat Desa Barambang.

"Aparat desa selama ini tidak melakukan pelayanan dengan baik terhadap masyarakat, khususnya tidak adanya transparansi soal pendataan bantuan jaminan hidup (Jadup) pascabencana 25 November 2025 lalu," ujarnya.

Selain menuntut transparansi bantuan Jadup, warga juga mendesak pemerintah kabupaten memeriksa dan mengaudit mantan kepala desa terkait penggunaan anggaran dana desa serta dugaan pelanggaran tata cara pengangkatan aparatur desa.

Massa sempat kecewa karena berharap Bupati Masinton Pasaribu datang menemui mereka secara langsung. Namun, perwakilan Pemkab Tapteng, Asisten I Jonnedi Marbun, menjelaskan bahwa bupati sedang berada di Jakarta untuk menghadiri rapat bersama pemerintah pusat.

"Saat ini Pak Bupati sedang ada tugas penting di Jakarta untuk rapat bersama pemerintah pusat guna percepatan penyerapan anggaran," ujar Jonnedi di hadapan massa aksi.

Menanggapi penjelasan tersebut, Hasudungan mengatakan masyarakat Desa Barambang telah berulang kali menyampaikan keluhan secara berjenjang, mulai dari tingkat desa, kecamatan, hingga kabupaten, tetapi belum mendapat jawaban.

"Kami sudah sering sampaikan dari desa sampai ke kabupaten, tapi tidak ada jawaban," katanya.

Karena ingin aspirasi mereka didengar, massa menyatakan siap bertahan di depan Kantor Bupati hingga Masinton bersedia menemui mereka.

"Jangankan hari Senin atau Selasa lusa, satu bulan pun kami bisa bertahan di sini agar Pak Masinton bisa mendengar aspirasi kami," tegasnya, yang disambut teriakan warga lainnya.

Setelah pihak kepolisian berkonsultasi dengan Asisten I Jonnedi Marbun, sebanyak 10 perwakilan massa akhirnya diterima di Ruang Cendrawasih Kantor Bupati Tapteng untuk membahas tuntutan warga.

Dalam pertemuan tersebut, disepakati bahwa perwakilan Pemkab Tapteng, di antaranya Inspektorat dan Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa, akan segera turun ke Desa Barambang untuk menindaklanjuti keluhan warga.

"Perwakilan Pemkab Tapteng akan datang ke Desa Barambang dan Inspektorat berjanji akan mengaudit semua tuntutan kita. Maka itu mari kita sama-sama menyambut perwakilan yang akan datang ke desa kita," pungkas Hasudungan. (hm25)




BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN