Dinas PMD Tapteng Minta Desa Anggarkan Mitigasi Bencana dan Penghijauan 2027

Kepala Dinas PMD Kabupaten Tapteng, Zulkifli Simatupang, menanam pohon dalam kegiatan gotong royong membersihkan lingkungan dan penghijauan di Desa Lubuk Ampolu. (Foto: Zulkifli Simatupang/Mistar)
Tapteng, MISTAR.ID – Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng), Zulkifli Simatupang, meminta seluruh kepala desa mengintegrasikan program mitigasi bencana dan penghijauan ke dalam dokumen perencanaan desa untuk Tahun Anggaran 2027.
Dokumen perencanaan tersebut meliputi Rencana Pembangunan Jangka Menengah Desa (RPJMDes), Rencana Kerja Pemerintah Desa (RKPDes), dan Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APBDes).
Hal itu disampaikan Zulkifli saat menggelar aksi gotong royong membersihkan lingkungan, penghijauan, serta pembagian masker kepada masyarakat bersama kepala desa dan aparatur desa di Desa Lubuk Ampolu, Kecamatan Badiri, Jumat (16/10/2026).
Kegiatan tersebut menyasar kawasan yang sebelumnya dilanda banjir. Aksi ini merupakan bagian dari upaya pemulihan wilayah terdampak bencana, menjaga kelestarian lingkungan, serta melindungi kesehatan masyarakat di tengah kabut asap yang menyelimuti sejumlah wilayah Tapteng.
Dalam kegiatan itu, sebanyak 150 bibit tanaman ditanam di sejumlah titik rawan genangan dan sempadan sungai. Bibit tersebut meliputi durian, manggis, kelapa, dan serai. Penanaman diharapkan dapat membantu memperbaiki kondisi tanah dan mendukung upaya konservasi air.
“Program rehabilitasi lingkungan dan penanaman pohon ini akan terus digulirkan secara berkala di desa-desa lain di Tapteng yang memiliki kerawanan tinggi terhadap banjir dan tanah longsor, dengan melibatkan peran aktif seluruh elemen masyarakat,” ujar Zulkifli.
Ia menegaskan, kegiatan di Desa Lubuk Ampolu bukan sekadar seremoni, melainkan bagian dari upaya terpadu pemerintah daerah untuk mempercepat pemulihan desa terdampak sekaligus mengantisipasi bencana susulan.
“Gerakan ini mencerminkan komitmen kuat pemerintah daerah dan arahan langsung Bupati Masinton Pasaribu dan Wakil Bupati Mahmud Efendi untuk memastikan pemulihan lingkungan berjalan nyata dan berkesinambungan,” katanya.
Selain membersihkan sisa material banjir, pihaknya membagikan masker untuk membantu melindungi warga dari paparan kabut asap serta menanam bibit tanaman yang memiliki nilai ekologis dan ekonomis.
Zulkifli menambahkan, kegiatan tersebut sejalan dengan Surat Edaran Nomor 200.10.2.4/9qL/DPMD/2026 tentang Dukungan Program Desa Bersih, Hijau, Penanaman Pohon, dan Penguatan Ketahanan Lingkungan serta Ekonomi Masyarakat.












































