Friday, June 5, 2026
home_banner_first
HUKUM & PERISTIWA

Pria Pencari Ikan Ditemukan Tewas di Kebun Sawit Galang, Diduga Tersengat Alat Setrum

Mistar.idKamis, 4 Juni 2026 15.57
journalist-avatar-top
HS
pria_pencari_ikan_ditemukan_tewas_di_kebun_sawit_galang_diduga_tersengat_alat_setrum

Jenazah korban dievakuasi dari lokasi penemuan. (Foto: Istimewa/Mistar)

news_banner

Deli Serdang, MISTAR.ID

Warga Kecamatan Galang, Kabupaten Deli Serdang, dihebohkan dengan penemuan jasad seorang pria di area perkebunan kelapa sawit milik PT Verdant Timbang Deli, dekat Kampung BS atau Pondok Galang, Kamis (4/6/2026).

Korban ditemukan dalam posisi telungkup dan tidak bergerak di bawah pohon kelapa sawit. Saat ditemukan, korban mengenakan sweter lengan panjang berwarna cokelat dan celana panjang dengan warna senada. Di sekitar lokasi juga ditemukan peralatan yang diduga digunakan untuk menyetrum ikan.

Berdasarkan keterangan warga yang mengenali korban, pria tersebut diketahui bernama Temu (57), yang akrab disapa Wak Temu alias Jalebek, warga Dusun Pringgan, Desa Pasar Miring, Kecamatan Pagar Merbau, Kabupaten Deli Serdang.

Mendapat informasi penemuan jasad, personel Polsek Galang segera mendatangi lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan memasang garis polisi. Sejumlah warga juga tampak berdatangan ke lokasi untuk menyaksikan proses evakuasi.

Kapolsek Galang, AKP Dodi Martha, membenarkan adanya penemuan jasad tersebut. Menurutnya, jenazah telah dievakuasi dan diserahkan kepada pihak keluarga.

“Menurut keterangan anak korban, ayahnya bekerja mencari ikan menggunakan alat setrum. Korban berangkat dari rumah seorang diri dengan sepeda motor pada Rabu malam sekitar pukul 21.00 WIB,” ujar Dodi saat dikonfirmasi.

Kapolsek menjelaskan, korban ditemukan oleh pekerja PT Verdant Timbang Deli yang sedang memanen kelapa sawit dalam kondisi telungkup dan telah kaku di bawah pohon sawit.

Atas permintaan keluarga, jenazah tidak diautopsi dan langsung diserahkan untuk dimakamkan.

Berdasarkan hasil pemeriksaan awal di lokasi, polisi menduga korban meninggal dunia akibat tersengat arus listrik dari alat setrum ikan yang digunakannya. Namun demikian, penyebab pasti kematian tidak dapat dipastikan secara medis karena tidak dilakukan autopsi.

“Dugaan sementara korban tersengat alat setrum ikan miliknya sendiri. Karena korban berangkat seorang diri, tidak ada yang dapat memberikan pertolongan saat kejadian,” kata Kapolsek.

Polisi menyatakan tidak menemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Peristiwa tersebut selanjutnya ditangani sesuai prosedur sebelum jenazah diserahkan kepada keluarga.