Pembacokan Mahasiswa di Patumbak, Polisi Periksa Tiga Saksi dan Motif Belum Terungkap

Kanit Reskrim Polsek Patumbak, Iptu Omrin Siallagan saat ditemui di ruang kerjanya beberapa waktu lalu. (Foto: Putra/Mistar)
Medan, MISTAR.ID
Unit Reskrim Polsek Patumbak masih mendalami kasus pembacokan Mikel Ginting, 20 tahun. Mikel merupakan mahasiswa yang ditemukan meninggal penuh luka di pemakaman Kristen, Jalan Besar Patumbak, Desa Lantasan Baru, Kecamatan Patumbak, Kabupaten Deli Serdang, Selasa (18/11/2025) lalu.
Kanit reskrim polsek Patumbak, Iptu Omrin Siallagan, mengatakan hingga saat ini pihaknya telah memeriksa sejumlah saksi. Namun, belum dapat diketahui mengapa korban mengalami luka tersebut.
"Tiga orang saksi sudah kita periksa. Tapi belum ada yang tahu. Termasuk handphone milik korban juga sudah kita cek. Tidak ada percakapan yang mengarah ke perkelahian atau janji ketemu," ucapnya saat dikonfirmasi, Senin (24/11/2025).
Selain itu, pihaknya juga belum bisa memeriksa Mikel Ginting. Pasalnya, kondisi mahasiswa tersebut belum memungkinkan untuk berkomunikasi.
"Korban sudah siuman. Namun, belum diperbolehkan dokter berkomunikasi. Terakhir kita temui korban Sabtu (22/11/2025)," tuturnya.
Selain itu, Omrin juga mengaku telah mendalami kasus-kasus lain yang kemungkinan berkaitan dengan pembacokan tersebut.
"Kemarin juga ada isu ribut di cafe, namun setelah dicek tidak terkait dengan kasus ini," katanya.
Menurutnya, jika korban sudah bisa diajak berkomunikasi, kasus tersebut segera terungkap.
"Kalau (korban) sudah bisa diajak komunikasi, pasti kita ungkap karena hanya korban yang tahu siapa dan apa penyebab kejadian ini. Sementara saksi-saksi yang kita periksa masih minim informasi," lanjutnya.
Lanjut Omrin, saat ditemukan Mikel Ginting menderita luka di bagian kepala dan telinga.
"Ada empat luka robek di kepala dan luka robek di telinga. Sedangkan barang berharga korban tidak ada yang hilang," ujarnya.
Omrin memastikan akan transparan dalam pengungkapan kasus tersebut. Pihaknya tidak akan menutup-nutupi kasus tersebut.
"Tidak ada yang kita tutupi. Kita jalankan semua proses penyelidikan dengan prosedur," ucapnya.
Ia meminta masyarakat yang mengetahui detail peristiwa tersebut segera memberi informasi ke Polsek Patumbak.
"Kalau ada masyarakat yang mengetahui, kita sangat berterima kasih. Korban belum bisa kita ajak komunikasi. Padahal, korban sendiri yang bisa dengan jelas menceritakan peristiwa yang dialaminya," ujarnya. (hm20)






















