Friday, June 5, 2026
home_banner_first
HUKUM & PERISTIWA

Pelajar Hanyut di Sungai Silau Asahan Ditemukan Tewas Setelah Dua Hari Pencarian

Mistar.idMinggu, 15 Februari 2026 09.29
journalist-avatar-top
PR
pelajar_hanyut_di_sungai_silau_asahan_ditemukan_tewas_setelah_dua_hari_pencarian

Jasad korban saat dievakuasi Basarnas ke rumah duka. (foto: Perdana / Mistar)

news_banner

Asahan, MISTAR.ID

Seorang pelajar dilaporkan hanyut terseret arus Sungai Silau, Kisaran, Kabupaten Asahan, saat bermain bersama teman-temannya. Korban bernama Muhammad Rizky Aslam (13) akhirnya ditemukan dalam kondisi meninggal dunia setelah dua hari pencarian oleh tim SAR gabungan.

Korban ditemukan pada Sabtu (14/2/2026) sore, sekitar 200 meter dari lokasi tempat ia dilaporkan tenggelam. Sebelumnya, peristiwa tragis tersebut terjadi pada Kamis (12/2/2026). Saat itu, korban diketahui tengah bermain di aliran Sungai Silau bersama sekitar sepuluh orang rekannya.

Namun nahas, korban tiba-tiba terseret arus sungai yang deras. Rekan-rekan korban sempat berupaya memberikan pertolongan. Salah seorang temannya bahkan mencoba meraih tangan korban, namun genggaman tersebut terlepas hingga korban akhirnya terbawa arus.

Mendapat laporan kejadian tersebut, tim SAR gabungan langsung dikerahkan untuk melakukan pencarian dengan menyusuri aliran Sungai Silau. Proses pencarian dilakukan secara intensif sejak hari pertama hingga hari kedua.

Tim SAR gabungan akhirnya berhasil menemukan jasad korban pada pencarian hari kedua. Korban ditemukan sekitar 200 meter dari titik awal dilaporkan tenggelam.

Irfanta Sembiring dari tim SAR Basarnas TBA menjelaskan bahwa korban ditemukan setelah tim melakukan penyisiran di sepanjang aliran sungai.

“Jasad korban ditemukan petugas sekitar 200 meter dari titik korban tenggelam,” ujar Irfanta Sembiring singkat kepada wartawan.

Setelah dievakuasi, jenazah Muhammad Rizky Aslam langsung dibawa ke rumah duka di Kelurahan Sentang, Kecamatan Kisaran Timur, untuk diserahkan kepada pihak keluarga dan selanjutnya dimakamkan.

Peristiwa ini menambah daftar kecelakaan air di wilayah Asahan dan menjadi pengingat bagi masyarakat, khususnya orang tua, agar meningkatkan pengawasan terhadap anak-anak saat beraktivitas di sungai, terutama ketika arus sedang deras.