Pasutri Jadi Korban Begal di Medan, Sepeda Motor dan Handphone Raib

Pasutri jadi korban begal di Medan. (Foto: Istimewa/Mistar)
Medan, MISTAR.ID
Aksi begal kembali terjadi di Kota Medan. Kali ini, pasangan suami istri (pasutri), Jefri Harefa dan Citra Manullang, menjadi korban perampokan bersenjata tajam di kawasan Cemara Asri, Jalan Flamboyan, Kecamatan Medan Timur, Sabtu (25/4/2026) sekitar pukul 05.00 WIB.
Peristiwa itu terjadi saat keduanya hendak berangkat kerja dengan mengendarai sepeda motor Honda Beat BK 3859 MBK.
Tepat di perkebunan muslim di Jalan Flamboyan, tiga sepeda motor datang dari arah berlawanan dan menabrak mereka hingga terjatuh ke aspal.
“Istri saya jatuh terduduk dan sempat terseret. Kami kira itu kecelakaan biasa,” ucap Jefri, Rabu (29/4/2026).
Situasi berubah ketika para pelaku langsung mengancam korban menggunakan senjata. Pasutri yang tinggal di Mabar Hilir itu mengaku ditodong benda mirip pistol oleh salah satu pelaku. Sementara lainnya membawa senjata tajam seperti celurit dan klewang.
"Aku ditodongkan pistol. Jadi aku diam tidak melawan. Nggak tahu aku itu asli atau nggak pistolnya. Yang pasti aku lihat benda mirip pistol," tuturnya.
Menurutnya, jumlah pelaku diperkirakan sekitar enam orang. Dalam kondisi terancam, korban tidak bisa berbuat banyak saat sepeda motor, handphone, serta barang berharga lainnya dirampas oleh komplotan tersebut.
Usai kejadian, korban sempat berteriak meminta pertolongan kepada pengendara yang melintas. Namun, tidak ada yang berhenti membantu.
“Sekitar tiga menit setelah kejadian, ada kendaraan yang lewat. Kami minta tolong agar pelaku dikejar, tapi tidak ada yang berhenti,” kata Jefri.
Akibat peristiwa tersebut, Citra mengalami luka, termasuk gigi patah akibat terjatuh. Keduanya juga mengalami trauma.
Jefri berharap pihak berwajib segera menindaklanjuti kasus ini, mengingat sepeda motor yang dirampas merupakan kendaraan utama untuk mencari nafkah.
“Sepeda motor itu sumber penghasilan kami. Kami punya anak, kami sangat berharap bisa dibantu,” ujarnya.
Terpisah, Kapolsek Medan Timur, Kompol Agus M Butarbutar, ketika dikonfirmasi membenarkan kejadian tersebut. Dijelaskannya, polisi sedang menyelidiki kasus tersebut.
"Iya benar. Laporannya sudah kita terima dan akan kita kejar pelakunya. Untuk senjata tajam ada. Sedangkan penggunaan senjata api itu tidak ada," tuturnya. (hm20)
BERITA TERPOPULER


















