Sunday, July 19, 2026
home_banner_first
HUKUM & PERISTIWA

Massa Datangi Kantor Camat Bangun Purba, Tuntut Netralitas Aparatur di Pilkades Pergoroan

Mistar.idSelasa, 2 Juni 2026 pukul 11.28 WIB
massa_datangi_kantor_camat_bangun_purba_tuntut_netralitas_aparatur_di_pilkades_pergoroan

Massa datangi Kantor Camat Bangun Purba untuk menuntut netralitas aparatur negara di Pilkades Pergoroan. (Foto: Istimewa/Mistar)

news_banner

Deli Serdang, MISTAR.ID

Ratusan warga Desa Pergoroan, Kecamatan Bangun Purba, Kabupaten Deli Serdang, mendatangi Kantor Camat Bangun Purba, Senin (1/6/2026) malam.

Kedatangan massa bertujuan menuntut pemerintah daerah dan aparat penegak hukum mengusut dugaan keterlibatan seorang aparatur negara yang berpihak kepada salah satu calon dalam proses Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Pergoroan.

Salah seorang peserta aksi, Awal Tarigan, menyebutkan Pilkades Pergoroan diikuti dua calon, yakni calon nomor urut 1, Anton Sembiring, selaku petahana, dan Maruli Barus sebagai penantangnya.

"Masyarakat marah karena diduga adanya keberpihakan seorang aparatur negara terhadap salah satu calon. Kami meminta pemerintah dan aparat penegak hukum mengusut persoalan ini secara transparan," ujar Awal di lokasi aksi.

Ia juga meminta seluruh pihak yang terlibat dalam penyelenggaraan Pilkades menjaga netralitas guna menghindari konflik di tengah masyarakat.

Hal senada disampaikan tokoh masyarakat Kecamatan Bangun Purba, Yahya Saragih. Menurutnya, proses demokrasi di tingkat desa harus berlangsung secara jujur, adil, dan tanpa intervensi dari pihak mana pun.

"Pemilihan kepala desa sebaiknya diserahkan sepenuhnya kepada masyarakat untuk menentukan pilihan mereka. Jika ada dugaan pelanggaran, harus diproses sesuai aturan yang berlaku agar tidak menimbulkan gesekan di tengah masyarakat," kata Yahya.

Ia juga meminta seluruh unsur pemerintah, aparat keamanan, serta lembaga pengawas selalu menjaga netralitas selama proses Pilkades berlangsung.

Berdasarkan pantauan di lokasi, suasana sempat memanas sehingga sejumlah pihak berupaya melakukan mediasi untuk mencegah terjadinya kericuhan.

Sementara itu, Camat Bangun Purba belum memberikan keterangan resmi hingga berita ini diterbitkan. (hm20)



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN