Longsor di Enam Desa Taput, Ada Warga Terluka

Sejumlah kecamatan di Taput banjir akibat curah hujan yang tinggi. (foto: Istimewa/mistar)
Taput, MISTAR.ID
Bencana alam tanah longsor dan banjir akibat curah hujan terjadi di enam titik tiga wilayah kecamatan Kabupaten Tapanuli Utara (Taput) yang mengakibatkan kerusakan rumah warga hingga menimbulkan korban luka-luka.
"Bencana alam tanah longsor dan banjir akibat curah hujan tinggi terjadi di enam titik di tiga wilayah kecamatan di Kabupaten Tapanuli Utara," ujar Humas Polres Taput, Aiptu Walpon Baringbing, Selasa (25/11/2025).
Dia menjelaskan bencana tanah longsor terjadi di tiga titik di Kecamatan Adiankoting, yakni titik pertama di Jalinsum Km 29-30 Desa Sibalanga, titik kedua di Jalinsum Km 31-32 Dusun Parsikkaman Desa Pagaran Lambung I, dan titik ketiga di Jalinsum KM 34-35 Dusun Parsikkaman, Desa Pagaran Lambung I.
"Bencana alam yang terjadi mengakibatkan satu orang korban luka, atas nama Haratua Sipahutar, 50 tahun, warga Desa Sibalanga yang mengalami luka di bagian kepala, dan saat ini dirawat intensif di RSUD Tarutung.
Sementara material longsor merusak rumah warga dan menutup badan jalan di Jalinsum Tarutung-Sibolga. Selain longsor di Kecamatan Adiankoting, peristiwa serupa juga terjadi di Desa Sitolu Ompu Pahae Jae yang mengakibatkan empat warga luka-luka, dan material longsor merusak rumah warga, serta menutup badan jalan di Jalinsum Tarutung-Sipirok.
Bencana alam banjir juga dilaporkan terjadi di Desa Sitolu Bahal Kecamatan Purbatua yang mengakibatkan kerusakan rumah warga, serta banjir yang melanda Desa Suka Maju, Kecamatan Pahae Jae yang menimbulkan kerusakan rumah warga dan menyebabkan rusaknya satu jalur Jembatan Aek Puli, meski arus lalu lintas tetap dalam keadaan normal di satu jalur.
"Diimbau agar warga agar tetap waspada menjaga banjir dan longsor dimana saat ini curah hujan masih terus datang," ucapnya.






















