Friday, June 5, 2026
home_banner_first
HUKUM & PERISTIWA

LBH Medan Kutuk Penyiraman Air Keras Wakil Koordinator KontraS Andrie Yunus

Mistar.idMinggu, 15 Maret 2026 12.47
EH
DI
lbh_medan_kutuk_penyiraman_air_keras_wakil_koordinator_kontras_andrie_yunus

Direktur LBH Medan, Irvan Saputra. (Foto: Dok. LBH Medan)

news_banner

Medan, MISTAR.ID

Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Medan mengutuk aksi penyiraman air keras yang dilakukan orang tak dikenal (OTK) terhadap seorang aktivis hak asasi manusia (HAM) sekaligus Wakil Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS), Andrie Yunus.

Aksi keji itu terjadi di kawasan Salemba, Jakarta Pusat pada Kamis (12/3/2026) malam. Akibatnya, tubuh Andrie menderita luka bakar sebesar 24 persen, terutama bagian tangan kanan dan kiri, wajah, dada, serta mata kanan. Kini, Andrie dirawat secara intensif di RSCM Jakarta.

Direktur LBH Medan, Irvan Saputra, mengatakan penyiraman air keras yang dilakukan setelah Andrie hadiri podcast atau siniar di Kantor YLBHI dengan tema "Remiliterisme dan Judicial Review di Indonesia" tersebut merupakan tindakan pidana dan teror terhadap aktivis HAM.

"Kami mengutuk dan mengecam keras tindakan ini. Jelas tindakan keji ini merupakan tindakan pidana dan teror kepada aktivis yang kita tahu kerja-kerjanya menyuarakan serta juga memperjuangkan hak-hak dasar rakyat dalam mencari keadilan HAM," ujarnya melalui siaran pers yang diterima Mistar, Minggu (15/3/2026).

Ditegaskan Irvan, penyiraman air keras itu juga merupakan upaya pembungkaman terhadap aktivis-aktivis yang kritis dalam membela HAM dan advokasi kasus-kasus pelanggaran HAM yang tengah ditangani.

"Peristiwa ini sudah seharusnya ditindak dan diusut secara cepat hingga tuntas oleh kepolisian guna memberikan perlindungan serta sebagai wujud hadirnya negara dalam memberikan perlindungan darurat. Hal ini sebagaimana tertuang dalam Peraturan Komisi Nasional (Komnas) HAM No. 5 Tahun 2015 tentang Prosedur Perlindungan Terhadap Pembela HAM," ucapnya.

LBH Medan mendesak aparat kepolisian segera mengungkap pelaku penyiraman air keras terhadap Andrie hingga menangkap aktor intelektual/dalang di balik aksi ini.

"Peristiwa ini harus menjadi atensi publik. Kenapa? Karena ini bentuk peringatan darurat bagi pembela HAM di Indonesia. Saat ini kita sedang berada di rezim yang dekat dengan kekerasan dan intimidasi," kata Irvan. (Deddy)

BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN