Sunday, July 19, 2026
home_banner_first
HUKUM & PERISTIWA

Kepala SPPG Tegal Sari Mandala Medan Mengaku Dianiaya Pengawas Yayasan

Mistar.idJumat, 10 April 2026 pukul 13.52 WIB
kepala_sppg_tegal_sari_mandala_medan_mengaku_dianiaya_pengawas_yayasan

Kepala SPPG Tegal Sari Mandala, Jalan Pancasila, Medan Denai, Afif Priangga, ketika ditemui Mistar. (Foto: Adi Syahputra/Mistar)

news_banner

Medan, MISTAR.ID

Kepala Satuan Pemenuhan Pelayanan Gizi (SPPG) Tegal Sari Mandala, Jalan Pancasila, Medan Denai, Afif Priangga, 27 tahun, mengaku menjadi korban pencekikan dan intimidasi oleh pengawas yayasan karena dituding memiliki hubungan dengan asisten lapangan.

Afif menyebutkan, tudingan bermula setelah ia beberapa kali keluar pada tengah malam untuk membeli bahan baku yang kurang, termasuk plastik pengikat ompreng.

“Yayasan menduga saya ada hubungan dengan asisten lapangan karena setiap tengah malam keluar. Padahal saya keluar untuk beli bahan baku yang kurang,” ucap Afif, Jumat (10/4/2026).

Kejadian terjadi pada Selasa (31/3/2026). Saat itu Afif sedang berdebat dengan ketua yayasan berinisial JN, 47 tahun. Tiba-tiba pengawas yayasan berinisial AN datang dan langsung mencekiknya.

Afif mengaku pencekikan terjadi hingga tiga kali. Selain dicekik, tubuhnya juga didorong ke dinding dan kepalanya dibenturkan ke dinding.

“Dia langsung mencekik saya, mendorong ke dinding, dicekik lagi sambil kepala saya dibenturkan. Lalu didorong ke arah pintu keluar kantor dan dicekik lagi,” katanya.

Afif menduga kemarahan pihak yayasan dipicu kesalahpahaman mengenai informasi yang menyebutkan kedekatannya dengan asisten lapangan yang diduga masih memiliki hubungan keluarga dengan ketua yayasan.

Tidak hanya Afif, asisten lapangan dan staf ahli gizi disebutkannya turut mendapat intimidasi. Dari video CCTV yang viral, ketua yayasan disebut terlihat menunjuk-nunjuk keduanya setelah insiden dengan Afif terjadi.

Kejadian ini telah dilaporkan ke polisi dan korban telah menjalani visum. Hasilnya menunjukkan adanya bekas merah sepanjang 2 cm di bagian leher Afif. Selain itu, ia juga sempat mengalami pusing selama dua hari.

Kasus ini telah sampai pada tahap pemeriksaan saksi. Ia berharap aparat segera menindak tegas pihak yayasan yang terlibat.

“Saya berharap cepat diatasi dan pelaku diberi sanksi tegas,” ujarnya. (hm20)



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN