Heboh Makam Terbongkar dan Jasad Dipindahkan di Simalungun, Polisi Pastikan Situasi Terkendali

Pihak kepolisian bersama perangkat Nagori Pamatang Simalungun dan masyarakat menguburkan jenazah yang dibongkar orang tak dikenal di TPU Muslim, Kecamatan Siantar. (fofo: Istimewa/mistar)
Simalungun, MISTAR.ID
Peristiwa tak biasa terjadi di Nagori Pamatang Simalungun, Kecamatan Siantar, Kabupaten Simalungun. Sebuah makam di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Muslim Jalan Mawar, Huta II, ditemukan dalam kondisi terbongkar, sementara jasad di dalamnya telah dipindahkan oleh orang tak dikenal, Minggu (3/5/2026).
Insiden ini pertama kali diketahui penjaga makam, Bambang, 57 tahun. Ia mendapati kondisi makam sudah tergali, dengan jasad tergeletak di luar, berjarak sekitar 15 meter dari lokasi pemakaman semula.
Informasi tersebut kemudian diteruskan kepada Pangulu setempat dan langsung dilaporkan ke pihak kepolisian. Tak lama berselang, Kapolsek Gunung Malela AKP Hengky B. Siahaan bersama personel turun ke lokasi untuk melakukan pengecekan.
"Kami langsung bergerak begitu menerima laporan. Di lokasi, benar ditemukan jasad sudah berada di luar makam dan dalam kondisi membusuk," ujar AKP Hengky, Senin (4/5/2026).
Hasil identifikasi menunjukkan jasad tersebut merupakan Muhammad Yatim, 84 tahun, warga Jalan Cempaka, Nagori Rambung Merah. Almarhum diketahui baru dimakamkan di TPU tersebut pada 24 Maret 2026.
Kepolisian segera melakukan langkah pengamanan dan penyelidikan guna mengungkap pelaku pembongkaran makam yang dinilai meresahkan masyarakat. Meski demikian, aparat memastikan situasi tetap terkendali. Warga diminta tidak terpancing isu yang dapat memperkeruh keadaan.
"Kami mengimbau masyarakat untuk tetap tenang. Penanganan sudah kami lakukan dan penyelidikan masih berjalan," kata AKP Hengky.
Di sisi lain, pihak keluarga almarhum memilih menyikapi kejadian ini dengan bijak. Setelah berkoordinasi dengan kepolisian, Pangulu Pamatang Simalungun Martua Manik, serta tokoh masyarakat, keluarga memutuskan tidak melaporkan kejadian tersebut secara resmi.
Fokus utama keluarga adalah memastikan jenazah dimakamkan kembali secara layak. Permintaan itu segera ditindaklanjuti. Polisi bersama warga dan aparatur nagori bergotong royong melakukan pemakaman ulang. Prosesi berlangsung lancar dan penuh khidmat.




















