Sunday, July 19, 2026
home_banner_first
HUKUM & PERISTIWA

Buntut Penyerangan Polisi di Multatuli Medan, Ada Enam Warga Sipil Diamankan

Mistar.idJumat, 29 Mei 2026 pukul 16.22 WIB
buntut_penyerangan_polisi_di_multatuli_medan_ada_enam_warga_sipil_diamankan

Kabid Humas Polda Sumut Kombes Pol Ferry Walintukan. (Foto: dok/mistar)

news_banner

Medan, MISTAR.ID

Kepala Bidang (Kabid) Humas Polda Sumatera Utara (Sumut) Kombes Pol Ferry Walintukan mengatakan, setidaknya ada enam orang warga sipil yang turut diamankan pihaknya dalam kasus penyerangan polisi di kawasan Multatuli, Kota Medan, pada Kamis 28 Mei 2026 sore.

Ferry menyebut, ke-6 orang tersangka diamankan pihaknya lantaran melakukan provinsi hingga penyerangan terhadap personil kepolisian yang hendak menangkap pengedar narkoba berinisial FF, 40 tahun. Kini para pelaku telah diamankan di gedung Direktorat Reserse Narkoba Polda Sumut untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.

“Ada 6 orang kita amankan dalam penyerangan itu. Diantaranya, ada berperan sebagai provokator hingga pelemparan anggota,” ujar Ferry, Jumat (29/5/2026).

Dikatakan Ferry, akibat ulah ke-6 terduga pelaku ini, FF yang awalnya menjadi target operasi pihaknya terpaksa dilepaskan dan kini masih dalam tahap pengejaran polisi.

“Awalnya kita menangkap FF ini bersama sejumlah barang bukti. Kemudian ada sekelompok orang datang menyerang anggota, sehingga si FF ini terpaksa kita lepaskan,” kata Ferry.

Sebelumnya, viral di media sosial, video yang memperlihatkan sejumlah anggota polisi berpakaian preman dilempari batu saat diduga sedang melakukan pengungkapan kasus di wilayah Kecamatan Multatuli, Kota Medan, pada Kamis (28/5/2026) sore.

Dalam video yang beredar, awalnya sejumlah pria berpakaian preman yang diduga sebagai anggota polisi sedang mendatangi lokasi tersebut. Setibanya disana, para anggota polisi tersebut hendak membawa sepeda motor vario warna merah yang diduga memiliki kaitannya dengan kejahatan yang sedang mereka selidiki.

Namun naasnya, sejumlah warga mencoba menghalau nya dan tidak mengijinkan anggota polisi membawa motor tersebut. Tidak berselang lama, tiba-tiba ada lemparan batu dari arah samping rumah hingga membuat situasi semakin memanas.

Setelah dilempari batu, tiba-tiba sejumlah pria yang didominasi anak-anak mendatangi para anggota polisi itu hingga membuat situasi semakin panas. Bentrok pun tidak terelakkan, hingga beberapa kali terdengar ada letusan yang diduga berasa dari senjata api.

Hingga pada akhirnya, para remaja tersebut berhenti melempari batu lantaran sejumlah warga yang ada di lokasi protes karena takut rumah mereka rusak akibat pelemparan itu. “Woi…woi, jangan lempari batulah. Sudah lah itu, rusak rumah orang,” teriak salah seorang warga.



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN