Banjir dan Longsor Terjang Taput, 31 Warga Dilaporkan Hilang dan Sembilan Tewas

Personel kepolisian ketika mengevakuasi korban yang meninggal dunia. (foto:istimewa/mistar)
Taput, MISTAR.ID
Hujan deras yang melanda wilayah Kabupaten Tapanuli Utara (Taput) sejak Senin (24/11/2025) hingga Kamis (27/11/2025) menyebabkan sejumlah kecamatan dilanda banjir dan longsor. Akibatnya, puluhan warga dikabarkan hilang.
Kapolres Taput, AKBP Ernis Sitinjak, mengatakan bahwa hingga Kamis (27/11/2025) siang wilayah Taput masih diguyur hujan deras disertai awan gelap. Kondisi tersebut membuat proses evakuasi korban yang dilakukan bersama pemerintah setempat mengalami kesulitan.
Menurut Ernis, data sementara menunjukkan bahwa puluhan warga dinyatakan hilang akibat longsor dan banjir yang terus terjadi. Di Kecamatan Adiankoting, longsor terjadi di tiga lokasi. Lokasi pertama di Desa Sibalanga Kecamatan Adiankoting, dengan jumlah korban hilang sebanyak sembilan orang.
Lokasi kedua di Desa Sibalanga Kecamatan Adiankoting, dengan korban hilang tiga orang, termasuk seorang bayi berusia enam bulan. Lokasi ketiga, juga di Desa Sibalanga Kecamatan Adiankoting, Taput, dilaporkan lima orang hilang.
Sementara di Kecamatan Parmonangan, tepatnya Dusun Simarsalaon Desa Pertengahan, jumlah korban yang dikabarkan hilang sebanyak tujuh orang. Selain itu, di Desa Huta Tua, area PT Partogi Hidro Energi tertimbun longsor. Informasi sementara menyebutkan lima pegawai dilaporkan hilang atau belum ditemukan.
“Jadi untuk korban hilang di Kecamatan Adiankoting sebanyak 17 orang, lalu di Kecamatan Parmonangan yang hilang sebanyak 12 orang. Total orang hilang sebanyak 31 orang, sementara sembilan berhasil dievakuasi dalam kondisi meninggal dunia,” ujar Ernis dalam keterangan tertulis yang diterima Mistar. (hm16)
PREVIOUS ARTICLE
Kanal Marindal dan Sungai Deli Meluap, Simpang Amplas Banjir



















