Saturday, July 4, 2026
home_banner_first
HIBURAN

Tren Gamis ‘Bini Orang’ Buat Lebaran 2026: Cocok untuk Semua Usia

Mistar.idMinggu, 1 Maret 2026 pukul 09.00 WIB
tren_gamis_bini_orang_buat_lebaran_2026_cocok_untuk_semua_usia

Tren 'Gamis Bini Orang'. (Foto: Prokol)

news_banner

Jakarta, MISTAR.ID

Salah satu tren yang mencuri perhatian Lebaran tahun ini adalah gamis yang populer dengan sebutan ‘Bini Orang’. Model tersebut ramai diburu karena potongannya yang dianggap menarik serta namanya yang unik. Kemudian, cocok untuk semua usia.

Berdasarkan informasi yang beredar di media sosial, istilah ‘gamis bini orang’ sebenarnya bukan nama resmi produk. Model tersebut awalnya dikenal sebagai gamis Inara. Penyebutan ini dikaitkan dengan sosok influencer Inara yang sempat menjadi perbincangan publik karena isu rumah tangganya.

Inara kerap tampil mengenakan gamis longgar dengan desain elegan di berbagai kesempatan. Gaya busananya kemudian diasosiasikan warganet dengan model gamis yang beredar di pasaran, hingga muncul julukan ‘gamis bini orang’.

Istilah ini cepat menyebar melalui TikTok dan berbagai konten video, bahkan banyak pembeli datang ke toko dengan langsung menyebut nama tersebut. Lambat laun, sebutan itu justru lebih dikenal dibanding nama aslinya dan melekat sebagai bagian dari tren Lebaran 2026.

Selain namanya yang unik, desainnya turut menjadi daya tarik utama. Gamis ini memiliki potongan rok berlapis dan bertingkat di bagian bawah, lengkap dengan lekukan tertentu yang menciptakan efek jatuh (flowy) dan terlihat anggun.

Pilihan warnanya umumnya didominasi tone lembut dan netral seperti earth tone, cokelat susu, krem, sage, hingga abu-abu muda. Warna-warna tersebut dinilai mudah dipadukan dengan hijab polos maupun bermotif.

Detail yang dihadirkan cenderung sederhana tanpa hiasan mencolok. Biasanya hanya terdapat lipit halus atau tambahan tali pinggang kecil untuk menegaskan bentuk siluet. Dari segi bahan, model ini banyak menggunakan material ringan seperti ceruty atau linen blend agar nyaman dan sejuk saat dikenakan di cuaca panas.

Secara keseluruhan, gamis ini memberi kesan dewasa, tenang, dan elegan, sehingga menampilkan citra perempuan yang matang dan berkelas.

Modelnya yang longgar dan tidak membentuk tubuh membuat gamis ini dianggap cocok dipakai berbagai usia, mulai dari remaja hingga ibu-ibu. Fleksibilitas inilah yang ikut mendorong tingginya permintaan di pasaran.

Desainer asal Malang, Andy Sugix, tahun ini selera pasar berubah karena berbagai faktor. Salah satunya karena ekonomi dan teknologi. Tahun ini, masyarakat lebih ke mode serba realistis, tampilan clean dan tidak berlebihan yang justru dianggap lebih relevan.

"Perempuan, baik anak muda maupun ibu-ibu, cenderung memilih busana simpel dengan siluet longgar. Sekarang cukup satu warna, maksimal tiga warna. Tidak perlu gonjreng," tuturnya, dilansir dari Kompas.com, Minggu (1/3/2026).(hm20)



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN