Friday, June 5, 2026
home_banner_first
HIBURAN

Saatnya Tinggalkan, Ini Lima Tren Furnitur yang Dianggap Ketinggalan Zaman di 2026

Mistar.idRabu, 21 Januari 2026 05.00
journalist-avatar-top
saatnya_tinggalkan_ini_lima_tren_furnitur_yang_dianggap_ketinggalan_zaman_di_2026

Ilustrasi sejumlah gaya furnitur yang sempat mendominasi rumah-rumah modern kini mulai dianggap ketinggalan zaman dan kehilangan daya tariknya. (foto: iStockphoto/mistar)

news_banner

Jakarta, MISTAR.ID

Memasuki tahun 2026, tren desain interior mulai bergerak ke arah yang lebih dewasa dan fungsional. Sejumlah gaya furnitur yang sebelumnya populer kini dinilai sudah tidak relevan dan mulai ditinggalkan oleh para desainer.

Tahun ini, pemilik rumah cenderung memilih furnitur yang tahan lama, memiliki karakter kuat, dan mencerminkan kepribadian, bukan sekadar mengikuti tren sesaat. Tampilan yang terlalu ramai dan berlebihan perlahan digantikan dengan desain yang lebih tenang dan berkelas.

Mengutip Real Simple, berikut lima tren furnitur yang mulai ditinggalkan pada 2026:

1. Motif Kerang

Motif kerang yang dulu banyak digunakan pada kursi, sofa, dan dekorasi kini mulai kehilangan pesonanya. Pendiri Storie Collective, Sara Swabb, menyebut motif ini memang sempat terlihat manis, tetapi karena terlalu sering digunakan, kesan elegannya memudar.

Pendapat serupa disampaikan pendiri ADROIT Architecture & Interior Design, Madelaine Mayer. Menurutnya, penggunaan motif kerang secara berlebihan justru membuat ruangan terlihat kekanak-kanakan dan mudah ditebak.

2. Furnitur Standar Ala Developer

Furnitur bawaan rumah baru atau bergaya standar developer juga mulai ditinggalkan. Desain yang seragam dinilai kurang mampu mencerminkan karakter pemilik rumah.

Kini, banyak orang mencari furnitur dengan detail unik, kualitas baik, dan cerita di balik desainnya. Sentuhan personal pada elemen dasar rumah dipercaya mampu menciptakan suasana yang lebih hidup dan eksklusif.

3. Furnitur Kayu Berwarna Terang

Kayu berwarna terang seperti oak pucat, ash, atau maple mulai tergeser dari tren utama. Warna-warna tersebut dianggap kurang memberi kedalaman visual jika dibandingkan dengan kayu berwarna lebih gelap seperti walnut atau mahoni.

Minat terhadap furnitur bergaya vintage turut mendorong kembalinya warna kayu yang lebih hangat. Selain tampil klasik, kayu berwarna gelap dinilai lebih elegan dan tak lekang oleh waktu.

Ilustrasi. (foto: iStockphoto/Mistar)

4. Kursi dengan Detail Rumbai

Furnitur dengan detail rumbai atau tufted memang terlihat mewah, namun dinilai kurang praktis untuk penggunaan sehari-hari. Kursi jenis ini cenderung lebih kaku dan sulit dibersihkan karena debu mudah terselip di sela-selanya.

Sebagai alternatif, desainer menyarankan penggunaan detail rumbai pada bagian luar furnitur agar tetap estetis tanpa mengorbankan kenyamanan.

5. Motif Garis Beralur (Fluted)

Motif garis-garis vertikal bertekstur atau fluted sempat mendominasi berbagai elemen interior, mulai dari furnitur hingga dinding dapur.

Namun, desainer Ashley Fiocco menilai tren ini kini terasa terlalu sering digunakan. Pada 2026, banyak desainer mulai beralih ke garis yang lebih sederhana dan klasik agar tampilan ruangan terasa lebih timeless.

BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN