Friday, October 9, 2026
home_banner_first
HIBURAN

9 Jam di Polda dengan 55 Pertanyaan, Betrand Peto Bantah Total Tudingan Kekerasan Seksual

Mistar.idSabtu, 10 Oktober 2026 pukul 07.00 WIB
9_jam_di_polda_dengan_55_pertanyaan_betrand_peto_bantah_total_tudingan_kekerasan_seksual_

Betrand Peto (Foto: Tangkapan layar instagram @betrandpetoputraonsu via CNN)

news_banner

Jakarta, MISTAR.ID (10/10/2026) — Betrand Peto Putra Onsu menjalani pemeriksaan sebagai saksi terkait dugaan Tindak Pidana Kekerasan Seksual (TPKS) di Polda Metro Jaya, Kamis (8/10/2026). Anak Ruben Onsu itu diperiksa selama sembilan jam, mulai pukul 13.00 WIB hingga 22.00 WIB.

Didampingi kuasa hukumnya, Timothy Ezra, Betrand dicecar 55 pertanyaan oleh penyidik terkait peristiwa yang diduga terjadi di sebuah tempat hiburan di kawasan SCBD, Jakarta Selatan.

Pemeriksaan menelusuri aktivitas Betrand di lokasi kejadian sejak pertama kali tiba hingga pukul 05.00 WIB subuh. Pria yang akrab disapa Onyo itu membantah seluruh tudingan TPKS yang dilaporkan perempuan berinisial ANW.

"Intinya bagaimana Onyo sampai di situ, kenapa ke TKP, dan apa saja yang dilakukan dari sebelum, saat, dan sesudah sampai jam 05.00 subuh. Itulah pertanyaan-pertanyaannya," ujar Timothy Ezra seperti diberitakan detikHot, Jumat (9/10/2026).

"Siapa-siapa orangnya, saksi faktanya siapa saja, saksi yang meringankan siapa saja, perbuatan apa yang dilakukan dan tidak dilakukan. Jadi semuanya kita bantah. Ada juga yang kita oke-kan, ada yang tidak," sambungnya.

"Contohnya siapa yang mengajak, perjanjian, bagaimana awal persetujuannya bersama-sama atau sendiri-sendiri. Jadi benar katanya ini semuanya awalnya happy, dan tidak ada yang saling memberatkan," terang Timothy.

Terkait status hukum Betrand saat ini, kuasa hukum menegaskan perkara masih berada pada tahap klarifikasi penyelidikan. Polisi masih mendalami bukti medis dan forensik dari pihak pelapor sebelum menentukan langkah selanjutnya.

"Jadi statusnya ini berita acara klarifikasi. Belum naik ke mana-mana. Jadi ini masih bergulir, masih ada analisis rekam medis dari pelapor, juga psikologi forensik pelapor, dan lain sebagainya. Visum juga. Jadi kita masih menunggu," ujar Timothy.

Timothy juga mengklaim keterangan saksi lain tidak ada yang memberatkan posisi Betrand.

"Dari teman-temannya, dari Yusuf juga, dan lain sebagainya, tidak ada yang memberatkan seperti itu. Jadi dari Onyo sendiri juga menyampaikan apa adanya," ujarnya.

Setelah menjalani pemeriksaan maraton, Betrand hanya meminta doa agar persoalan hukum yang menyeret namanya segera menemukan titik terang.

"Doakan saja semoga semuanya berjalan lancar dan hasilnya baik-baik saja semuanya," ujar Betrand.

Diketahui, Betrand Peto dilaporkan terkait dugaan TPKS oleh seorang perempuan berinisial AW ke Polda Metro Jaya, Sabtu (12/9/2026). Dugaan itu disebut terjadi di kawasan SCBD, Jakarta Selatan.

AW selaku pelapor telah dimintai keterangan oleh penyidik Direktorat PPA-PPO Polda Metro Jaya pada Senin (14/9/2026) dengan 23 pertanyaan.

Sebelumnya, dalam konferensi pers pada Senin (14/9/2026), Betrand membantah tudingan pelecehan seksual tersebut. Ia menyebut kabar yang beredar di media sosial tidak mencerminkan fakta.

"Saya ingin menyampaikan bahwa seperti yang sudah ada berita yang tersebar, bahwa aku tidak melakukan hal yang seperti apa yang dibilang. Untuk permasalahan yang dia bilang aku melakukan tindakan seksual, aku tidak melakukan itu sama sekali," kata Betrand.

Betrand memastikan akan kooperatif dan tidak akan menutupi fakta yang sebenarnya terjadi. (CNN/hm02)




BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN