Friday, June 5, 2026
home_banner_first
EKONOMI

Turun Tipis, Utang Luar Negeri Indonesia per November 2025 Sebesar Rp7.145 triliun

Mistar.idKamis, 15 Januari 2026 14.49
journalist-avatar-top
turun_tipis_utang_luar_negeri_indonesia_per_november_2025_sebesar_rp7145_triliun_

Ilustrasi utang luar negeri. (foto: istimewa/mistar)

news_banner

Jakarta, MISTAR.ID

Bank Indonesia (BI) melaporkan posisi Utang Luar Negeri (ULN) Indonesia pada November 2025 tercatat sebesar US$ 423,8 miliar atau setara Rp 7.145 triliun dengan asumsi kurs Rp 16.861 per dolar AS. Angka ini sedikit lebih rendah dibandingkan Oktober 2025 yang mencapai US$ 424,9 miliar.

Kepala Departemen Komunikasi BI, Ramdan Denny Prakoso, mengatakan secara tahunan ULN Indonesia masih tumbuh 0,2%, meski melambat dari pertumbuhan 0,5% (year on year/yoy) pada bulan sebelumnya. Perlambatan tersebut terutama dipengaruhi oleh menurunnya laju pertumbuhan ULN sektor publik.

“Struktur ULN Indonesia tetap terjaga dengan baik, seiring penerapan prinsip kehati-hatian dalam pengelolaannya,” ujar Denny, Kamis (15/1/2026).

BI mencatat, ULN pemerintah pada November 2025 berada di level US$ 209,8 miliar. Pertumbuhan tahunan ULN pemerintah melambat menjadi 3,3% (yoy) dari sebelumnya 4,7% (yoy) pada Oktober 2025.

Kondisi ini dipengaruhi oleh dinamika kepemilikan Surat Berharga Negara (SBN) di tengah ketidakpastian pasar keuangan global yang masih tinggi.

Menurut Denny, sebagai salah satu sumber pembiayaan APBN, ULN pemerintah terus dikelola secara terukur, transparan, dan akuntabel. Pemanfaatannya difokuskan untuk mendukung pembiayaan program prioritas guna menjaga kesinambungan fiskal dan memperkuat fondasi ekonomi nasional.

Dari sisi sektor ekonomi, ULN pemerintah digunakan terutama untuk Jasa Kesehatan dan Kegiatan Sosial (22,2%), Administrasi Pemerintahan, Pertahanan, dan Jaminan Sosial Wajib (19,7%), Pendidikan (16,4%), Konstruksi (11,7%), serta Transportasi dan Pergudangan (8,6%). Hampir seluruh ULN pemerintah merupakan utang jangka panjang dengan porsi mencapai 99,99%.

Sementara itu, ULN swasta tercatat menurun menjadi US$ 191,2 miliar. Secara tahunan, ULN swasta mengalami kontraksi 1,3% (yoy), lebih baik dibandingkan kontraksi 1,5% (yoy) pada bulan sebelumnya. Perbaikan ini sejalan dengan menurunnya kontraksi ULN perusahaan nonlembaga keuangan yang tercatat sebesar 0,4% (yoy).

Berdasarkan sektor, ULN swasta terbesar berasal dari Industri Pengolahan, Jasa Keuangan dan Asuransi, Pengadaan Listrik dan Gas, serta Pertambangan dan Penggalian, dengan kontribusi mencapai 80,5% dari total ULN swasta.

Dengan perkembangan tersebut, rasio ULN Indonesia terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) turun menjadi 29,3% pada November 2025, dari 29,4% pada Oktober 2025. ULN Indonesia masih didominasi utang jangka panjang dengan pangsa 86,1%.

“BI bersama pemerintah akan terus memperkuat koordinasi dalam memantau perkembangan ULN agar tetap sehat. Peran ULN juga dioptimalkan untuk mendukung pembiayaan pembangunan dan mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan, dengan tetap meminimalkan berbagai risiko terhadap stabilitas ekonomi,” tutur Denny.

BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN