Tailan Gunakan AI untuk Jaga Kualitas Durian, Ekspor ke China Tembus US$3,79 Miliar

Durian. (Foto: Shutterstock)
Jakarta, MISTAR.ID – Tailan mulai mengandalkan kecerdasan buatan (AI) dan teknologi digital untuk meningkatkan kualitas durian sekaligus mempertahankan pasar ekspor, terutama China.
Di Chanthaburi, provinsi penghasil durian terbesar Tailan, petani Nuttawoot Chanrueng melengkapi kebunnya dengan kamera, sensor dan sistem pengelolaan data. Sebagian besar teknologi tersebut berasal dari China.
Setiap pohon durian kini memiliki catatan digital mengenai kondisi pertumbuhannya. Teknologi Internet of Things (IoT) dan AI digunakan untuk mendeteksi masalah lebih awal sekaligus meningkatkan kemampuan pelacakan tanaman.
Melansir VN Express, Senin (5/10/2026), penerapan teknologi tersebut membuat Chanrueng dapat mengubah metode tradisional dalam mengelola kebun yang selama ini mengandalkan pengalaman dan pengamatan menjadi data numerik yang dapat dipantau serta dianalisis.
"Kami mengambil kearifan orang tua kami, kami tidak meninggalkan mereka. Kami mengadaptasi metode mereka agar sesuai dengan kebutuhan kami," ujar Chanrueng.
"Kami mengamati bagaimana mereka mengelola berbagai hal dan mengubahnya menjadi data numerik yang jelas, yang semuanya dapat ditampilkan dalam grafik," lanjutnya.
Menurut Chanrueng, teknologi dari China menarik bagi petani durian Tailan karena harganya relatif terjangkau, mudah diakses dan mudah digunakan. Teknologi tersebut juga menyediakan solusi siap pakai yang dapat secara bertahap diintegrasikan dengan AI.
Penggunaan teknologi ini semakin penting karena China merupakan pasar durian terbesar Tailan. Pada paruh pertama 2026, Tailan mengekspor durian senilai hampir US$3,79 miliar ke China.
Seiring meningkatnya persaingan dan semakin ketatnya persyaratan pasar, Tailan mulai memanfaatkan AI dan teknologi lainnya untuk menjaga konsistensi kualitas dan rasa durian.
Sejumlah perusahaan swasta juga mulai menggunakan AI untuk menilai tingkat kematangan durian. Para peneliti bahkan tengah mengembangkan sistem yang dapat menentukan kematangan buah tanpa harus membelahnya.
Upaya digitalisasi tersebut juga dilakukan melalui program Durian Digital Tailan. Program ini telah membantu lebih dari 10 ribu petani mengadopsi teknologi dalam pengelolaan kebun.
Program tersebut mencakup pencatatan budidaya secara digital, manajemen air cerdas dan berbagai sistem teknologi lainnya untuk mendukung pengelolaan perkebunan durian.
Dengan penerapan teknologi tersebut, Tailan berupaya menjaga kualitas dan konsistensi durian sekaligus memenuhi tuntutan pasar ekspor yang semakin ketat. (Nation)
PREVIOUS ARTICLE
Harga Emas Antam Naik Rp6.000 Jadi Rp2,58 Juta per Gram













































