Wednesday, June 17, 2026
home_banner_first
EKONOMI

Rupiah Terperosok ke Rp17.230, Ancam Stabilitas Fiskal Nasional

Mistar.idSelasa, 28 April 2026 11.53
EH
AA
rupiah_terperosok_ke_rp17230_ancam_stabilitas_fiskal_nasional

Rupiah. (Foto: Metro TV)

news_banner

Medan, MISTAR.ID

Pasar keuangan dalam negeri kembali menghadapi tekanan berat pada sesi perdagangan pagi ini, Selasa (28/4/2026).

Pengamat Ekonomi Universitas Islam Sumatera Utara (UISU), Gunawan Benjamin, menyebutkan pelemahan nilai tukar Rupiah yang kian dalam serta lonjakan harga minyak dunia yang mulai mengancam stabilitas fiskal nasional.

Dinamika geopolitik di Timur Tengah, khususnya ketegangan di Selat Hormuz, menjadi faktor dominan yang menenggelamkan fundamental ekonomi nasional di mata pelaku pasar.

Mata uang Rupiah terpantau terus merosot dan berada di kisaran level Rp17.230 per Dolar AS. Pelemahan ini linear dengan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang sempat dibuka menguat namun segera berbalik arah ke zona merah.

"Rupiah yang melemah di level 17.230 ini membuka peluang koreksi pada IHSG. IHSG berpeluang besar mendekati level psikologis 7.000. Saat ini pasar keuangan tanah air minim sentimen positif dan cenderung mengikuti sentimen negatif dari pasar Asia," kata Gunawan, Selasa (28/4/2026).

Menurut Gunawan, pergerakan IHSG dan Rupiah saat ini tidak lagi mengacu pada rilis data ekonomi fundamental, melainkan sangat bergantung pada eskalasi perang antara Iran dengan AS/Israel.

Proses negosiasi yang kerap buntu menciptakan realitas tidak pasti bagi pelaku pasar, serta memburuknya tensi geopolitik memperburuk ekspektasi kinerja keuangan pemerintah. Pelaku pasar mulai ragu terhadap kemampuan anggaran negara dalam menopang perekonomian dan kemampuan bank sentral menjaga kebijakan moneter.

Kondisi kontradiktif terjadi pada komoditas global. Di satu sisi, harga minyak mentah dunia melonjak tajam mendekati angka 110 Dolar AS per barel. Namun di sisi lain, harga emas justru mengalami koreksi.

"Emas ditransaksikan melemah ke level 4.675 Dolar AS per ons troy, atau masih di kisaran Rp2,6 juta per gram. Tekanan pada harga emas dunia ini terjadi seiring dengan lonjakan harga minyak mentah yang sangat tinggi," ucap Gunawan.

Gunawan menegaskan bahwa selama konflik di Timur Tengah tidak menunjukkan tanda-tanda deeskalasi, tekanan terhadap aset-aset keuangan domestik akan tetap tinggi.

Pemerintah diharapkan segera menyiapkan bantalan fiskal guna mengantisipasi kenaikan beban subsidi energi akibat meroketnya harga minyak dunia. (hm20)

BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN