Wednesday, June 17, 2026
home_banner_first
EKONOMI

Pengamat: Sumut Berpeluang Deflasi 0,07 Persen, Waspadai Lonjakan Harga pada Bulan Juni

Mistar.idSelasa, 28 April 2026 07.30
journalist-avatar-top
AA
pengamat_sumut_berpeluang_deflasi_007_persen_waspadai_lonjakan_harga_pada_bulan_juni

Pengamat Ekonomi UISU, Gunawan Benjamin. (Foto: istimewa/mistar)

news_banner

Medan, MISTAR.ID

Meskipun harga plastik kemasan mengalami kenaikan signifikan belakangan ini, Sumatera Utara diprediksi masih memiliki peluang untuk mencetak deflasi diprediksi bulan April-Juni 2026. Hal ini dipicu oleh penurunan harga sejumlah komoditas pangan utama yang mampu mengimbangi tekanan inflasi dari sektor industri.

Pengamat Ekonomi Universitas Islam Sumatera Utara (UISU), Gunawan Benjamin, menilai dampak kenaikan harga plastik sejauh ini masih bersifat minor dan hanya menyasar produk-produk rumah tangga tertentu.

Berdasarkan pantauan pasar, sejumlah kebutuhan rumah tangga seperti sampo, sabun cair, dan pewangi pakaian mulai merangkak naik imbas kenaikan harga kemasan plastik. Namun, kenaikan ini belum terjadi secara serentak pada semua merek.

Di sisi lain, komoditas bahan pangan justru menunjukkan tren yang beragam, seprti cabai merah turun tajam sekitar 21 persen, cabai rawit 26 persen, daging ayam 6,6 persen, dan bawang putih 2 persen. Sementara itu, telur ayam, bawang merah, dan minyak goreng curah tercatat mengalami kenaikan secara bulanan.

"Kenaikan harga plastik terjadi serentak, namun tidak diikuti kenaikan harga barang yang seragam. Saya memperkirakan Sumut akan mencetak laju inflasi bulanan sekitar 0,12 persen. Namun, melihat variasi harga pangan yang turun, potensi deflasi di kisaran 0,07 persen juga tetap terbuka lebar," kata Gunawan, Senin (27/4/2026).

Gunawan menggarisbawahi bahwa kecenderungan deflasi ini terjadi karena banyak produsen dan pedagang yang memilih untuk menyerap beban kenaikan harga plastik ketimbang langsung meneruskannya ke konsumen.

"Jika pencacahan harga di lapangan lebih banyak mengambil sampel barang yang belum menaikkan harga, maka Sumut cenderung deflasi. Sebaliknya, jika banyak memasukkan produk yang sudah terdampak harga plastik, peluang inflasi terbuka," ujarnya.

Meski peluang deflasi ada, Gunawan memperingatkan pemerintah daerah dan Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) agar tidak berpuas diri. Ia mencium adanya potensi "ledakan" harga yang tertunda dan akan meletus pada bulan Mei atau Juni mendatang.

"Lupakan sejenak prestasi gemilang pengendalian inflasi pada Maret lalu. Saatnya stakeholder memitigasi potensi ledakan inflasi yang dipengaruhi oleh sentimen perang Iran-AS/Israel serta gangguan cuaca ekstrem El Nino yang bisa memicu lompatan harga semua jenis bahan baku," ucap Gunawan.

Kenaikan harga yang saat ini masih ditahan oleh produsen diprediksi tidak akan bertahan lama. Jika tekanan global terus berlanjut, lompatan harga pada semua jenis kebutuhan masyarakat tidak akan terelakkan di periode pertengahan tahun ini.

BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN