Rupiah Melemah ke Rp16.872 per Dolar AS, Tertekan Sentimen Risk Off

Ilustrasi. (Foto: CNBC Indonesia)
Jakarta, MISTAR.ID
Nilai tukar rupiah dibuka melemah ke level Rp16.872 per dolar AS pada perdagangan Jumat (6/2/2026) pagi. Mata uang Garuda turun 30 poin atau 0,18 persen dibandingkan perdagangan sebelumnya.
Pergerakan mata uang di kawasan Asia mayoritas berada di zona hijau. Yen Jepang menguat 0,24 persen, baht Thailand naik 0,17 persen, peso Filipina menguat 0,07 persen, dan dolar Singapura naik 0,09 persen. Sementara yuan China melemah 0,03 persen dan won Korea Selatan turun 0,42 persen. Dolar Hong Kong juga tercatat menguat 0,03 persen.
Di sisi lain, mata uang utama negara maju kompak menguat. Euro Eropa naik 0,08 persen, poundsterling Inggris menguat 0,09 persen, dan franc Swiss naik 0,12 persen. Dolar Australia dan dolar Kanada masing-masing menguat 0,19 persen dan 0,09 persen.
Analis Mata Uang Doo Financial Futures Lukman Leong memperkirakan pelemahan rupiah dipicu penguatan dolar AS di tengah meningkatnya sentimen risk off dan aksi sell off pada berbagai aset.
"Rupiah juga semakin tertekan oleh penurunan peringkat kredit Indonesia oleh Moody's ke negatif. Investor menantikan data cadev (cadangan devisa) Indonesia siang ini," ujar Lukman.
Ia memproyeksikan rupiah bergerak pada kisaran Rp16.800 hingga Rp16.900 per dolar AS pada perdagangan hari ini. (hm25)























