Rights Issue Rp3,2 Triliun, INET Kian Agresif Bangun Infrastruktur Digital

Ilustrasi, Rights Issue Rp3,2 Triliun, INET Kian Agresif Bangun Infrastruktur Digital. (foto:google/mistar)
Pematangsiantar, MISTAR.ID
PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk atau INET tengah menjadi perhatian pelaku pasar modal. Emiten infrastruktur digital ini tidak hanya menunjukkan lonjakan kinerja, tetapi juga menyiapkan aksi korporasi raksasa berupa rights issue senilai Rp3,2 triliun. Langkah ini menandai ambisi besar INET untuk memperkuat posisinya dalam jaringan internet dan infrastruktur digital nasional.
Baca Juga: PT Chandra Daya Investasi Tbk Bangun Tangki Bitumen: Siapa Mereka dan Apa Fokus Bisnisnya?
INET Bergerak di Bidang Apa?
INET merupakan perusahaan yang fokus menyediakan layanan infrastruktur dan jasa internet berbasis B2B. Layanannya mencakup konektivitas internet perusahaan, jaringan fiber optik, interkoneksi data center, colocation server, hingga layanan managed service untuk kebutuhan korporasi dan ISP.
Berbeda dari penyedia internet rumahan, segmen INET sepenuhnya menyasar perusahaan dan institusi yang membutuhkan jaringan stabil, privat, dan berkapasitas besar. Perusahaan juga telah mengoperasikan jaringan di sejumlah kota besar, melayani ratusan klien, dan menjadi mitra bagi berbagai perusahaan digital dan telekomunikasi.
Ambisi INET tidak hanya berhenti di layanan konektivitas. Ekspansi strategis dan penguatan ekosistem bisnis digital menunjukkan bahwa perusahaan ingin menjadi bagian penting dari tulang punggung infrastruktur internet nasional.
Berapa Nilai Rights Issue INET?
INET menyiapkan rights issue (PMHMETD I) dengan nilai yang sangat besar untuk ukuran emiten digital yang relatif muda di BEI. Total dana yang dibidik mencapai Rp3,2 triliun, dengan penerbitan 12,80 miliar saham baru pada harga pelaksanaan Rp250 per saham.
Jumlah saham baru tersebut setara dengan 57,14% dari modal ditempatkan dan disetor penuh setelah rights issue. Artinya, aksi korporasi ini akan mengubah struktur kepemilikan secara signifikan.
Pemegang saham pengendali, PT Abadi Kreasi Unggul Nusantara (AKUN), yang menguasai lebih dari 60% saham INET, menyatakan siap menyerap seluruh haknya. Bahkan AKUN juga siap menjadi pembeli siaga (standby buyer) untuk jatah rights issue yang tidak diambil investor lain. Hal ini menunjukkan keyakinan manajemen terhadap prospek pertumbuhan bisnis INET.
Dana hasil rights issue akan digunakan untuk memperkuat aset strategis, termasuk:
- pembangunan jaringan fiber optik baru
- ekspansi layanan FTTH dan broadband
- pengembangan infrastruktur digital dan pusat data
- mendukung strategi akuisisi dan integrasi bisnis.
INET juga menyiapkan penerbitan waran Seri II sebagai bagian dari paket aksi korporasi ini.
Kinerja INET: Melonjak Drastis, Momentum Rebound
Kinerja INET per semester I 2025 menunjukkan pertumbuhan luar biasa yang memperkuat sentimen positif terhadap rencana ekspansi perusahaan.
Beberapa catatan kinerja penting:
- Pendapatan bersih mencapai sekitar Rp45 miliar, naik tajam dibandingkan tahun sebelumnya yang berada di kisaran Rp15 miliar.
- Laba bersih naik sekitar 666% YoY, melesat ke Rp7,77 miliar dari sebelumnya sekitar Rp1 miliar.
Peningkatan ini menunjukkan bahwa model bisnis dan ekspansi jaringan INET mulai memberikan dampak signifikan terhadap profitabilitas. Momentum ini semakin diperkuat dengan sejumlah aksi strategis perusahaan.
Salah satu langkah penting adalah akuisisi besar-besaran 99,96% saham PT Garuda Prima Internetindo (GPI). Aksi ini memperkuat kendali INET terhadap jaringan internet dan memperluas cakupan layanan yang terintegrasi dalam ekosistem digital perusahaan.
Selain itu, INET juga berencana menerbitkan obligasi senilai Rp1 triliun setelah rights issue, mengindikasikan strategi pendanaan campuran untuk percepatan ekspansi.
Kenapa Ekspansi INET Penting bagi Ekonomi Digital Indonesia?
Indonesia tengah mempercepat transformasi digital di berbagai sektor. Infrastruktur menjadi fondasi utama agar transformasi itu berjalan optimal. Dalam konteks ini, langkah INET memiliki dampak lebih luas dari sekadar kinerja emiten.
Beberapa alasan pentingnya ekspansi INET:
- Jaringan fiber optik lebih luas berarti akses internet cepat yang lebih merata.
- Infrastruktur B2B yang kuat akan menguntungkan perusahaan digital, fintech, e-commerce, hingga lembaga pemerintah.
- Ekspansi yang agresif membantu meningkatkan daya saing ekonomi digital nasional.
- Akuisisi GPI dan penguatan jaringan memungkinkan integrasi layanan yang lebih efisien dan stabil.
Jika strategi ini diimplementasikan dengan baik, INET dapat menjadi salah satu pemain penting dalam mendorong ekosistem digital Indonesia menuju level berikutnya.
Kesimpulan : Dengan rights issue jumbo Rp3,2 triliun, akuisisi strategis, kinerja keuangan yang melesat, dan rencana ekspansi infrastruktur yang agresif, INET tengah memposisikan diri sebagai emiten teknologi yang wajib diperhatikan pelaku pasar.
INET bukan lagi sekadar penyedia layanan konektivitas — tetapi calon pilar penting bagi jaringan internet dan transformasi digital nasional.
(berbagaisumber/ai/hm27)
























