Ramalan Tahun Kuda Api 2026: Saham Melesat atau Terjun Bebas?

Ilustrasi. (foto: Getty Images/Mistar)
Jakarta, MISTAR.ID
Tahun 2026 yang dikenal sebagai Tahun Kuda Api dalam astrologi China diprediksi membawa energi besar bagi pergerakan ekonomi dan investasi. Karakter Kuda yang agresif dan cepat, berpadu dengan elemen api yang kuat, diyakini membuka peluang peningkatan penghasilan, namun juga menyimpan risiko jika keputusan diambil tanpa perhitungan matang.
Pakar Feng Shui, Suhu Hong Xiang Yi, menilai kombinasi energi Kuda dan Api pada 2026 berada di titik puncak. Kondisi ini memicu perubahan cepat di berbagai aspek kehidupan, termasuk sektor keuangan.
“Elemen api yang sangat dominan akan memicu pergerakan ekstrem. Dampaknya, masalah yang berkaitan dengan elemen air juga berpotensi sering muncul sepanjang 2026,” ujar Xiang Yi, Jumat (2/1/2026).
Dalam konteks ekonomi, ia menyebut dinamika tersebut akan sangat terasa di pasar saham. Menurutnya, saham memiliki karakter elemen api karena sifatnya yang aktif dan bergerak cepat, sehingga sangat selaras dengan energi Tahun Kuda Api.
“Pasar saham tahun ini bukan soal bagus atau tidak bagus, tapi ramai. Ramai bisa berarti untung besar, tapi juga bisa berarti rugi besar karena pergerakannya sangat cepat,” katanya.
Ia menambahkan, setiap saham memiliki elemen yang berbeda-beda, tergantung pada jenis usaha perusahaan yang menaunginya. Selain api, terdapat pula unsur air, kayu, hingga elemen lokal yang memengaruhi karakter masing-masing saham.
Untuk 2026, Xiang Yi memprediksi sektor usaha yang berkaitan erat dengan elemen api akan menunjukkan pertumbuhan lebih menonjol. Sektor teknologi, inovasi, dan literasi dinilai memiliki prospek cerah karena identik dengan kecerdasan, penerangan, dan kecepatan perkembangan.
“Sementara sektor yang berkaitan dengan elemen tanah, seperti properti, cenderung bergerak lebih lambat dan berkembang secara normal,” ucapnya.
Baca Juga: Peruntungan 12 Shio di Tahun Ular Kayu 2025, Ini Shio yang Paling Hoki Menurut Ahli Feng Shui
Melihat kondisi tersebut, Xiang Yi mengingatkan investor agar lebih selektif dalam memilih saham. Volatilitas tinggi membuat sebagian sektor berpotensi melesat, namun sektor lain justru bisa melambat.
“Investor yang terbiasa bermain di pasar yang fluktuatif harus ekstra hati-hati,” tegasnya.
Sebagai alternatif yang lebih stabil, Xiang Yi menyebut instrumen investasi berbasis elemen logam seperti emas dan perak relatif aman di tengah ketidakpastian global. “Selama kondisi dunia belum benar-benar tenang, emas dan perak masih punya peluang tumbuh dengan baik,” tuturnya.
























