Purbaya Mengaku Sudah Kantongi Restu DPR Terkait Layer Baru Cukai Rokok

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa. (Foto: Istimewa)
Jakarta, MISTAR.ID
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengaku telah mengantongi persetujuan DPR RI terkait rencana penambahan layer baru cukai hasil tembakau (CHT). Kebijakan itu disiapkan untuk menarik produsen rokok ilegal agar beralih menjadi produsen legal.
“Sudah ke DPR, sudah setuju,” ujar Purbaya di kantornya di Jakarta, Rabu (20/5/2026), seperti dikutip dari CNBC Indonesia.
Menurutnya, pemerintah kini tinggal merampungkan penyusunan Peraturan Menteri Keuangan (PMK) sebagai dasar penerapan kebijakan tersebut. Selain itu, ia juga akan melaporkan detail kebijakan, termasuk besaran tarif, kepada Presiden Prabowo Subianto.
“Nanti PMK-nya dulu, terus saya mesti lapor ke presiden juga,” katanya.
Meski begitu, anggota Komisi XI DPR Harris Turino mengaku belum menerima penjelasan rinci mengenai desain layer baru yang sedang disiapkan pemerintah.
“Kita malah belum tahu akan seperti apa layer baru yang diajukan untuk mengakomodir rokok ilegal,” ujarnya.
Harris menilai niat pemerintah membuka layer tarif murah untuk produsen rokok ilegal cukup positif demi meningkatkan penerimaan negara dari sektor cukai. Namun, ia mengingatkan adanya potensi moral hazard yang harus diantisipasi.
Menurutnya, celah penyimpangan bisa muncul melalui praktik jual beli pita cukai murah antarprodusen rokok kecil. Ia mencontohkan, produsen dengan kapasitas kecil dapat membeli pita cukai dalam jumlah besar lalu menjual kembali ke produsen lain.
“Misalkan kapasitasnya 100, dia beli cukai 600, yang 500 dijual lagi. Ke siapa? Ke produsen rokok kecil di atasnya. Kan malah menurunkan penerimaan cukai,” katanya.
Ia menilai praktik semacam itu justru berpotensi menambah kompleksitas pengawasan dan tidak efektif menekan peredaran rokok ilegal.
“Kalau menurut saya jangan tambah layer kalau moral hazard-nya seperti itu,” ucap Harris.
Menurutnya, pemerintah seharusnya lebih fokus memberantas rokok ilegal daripada membuka skema baru yang berpotensi dimanfaatkan pihak tertentu.
“Ide kita adalah rokok ilegal harus diberantas pokoknya,” tegasnya. (hm25)





















