Friday, June 5, 2026
home_banner_first
EKONOMI

Prabowo akan Paparkan Kondisi Ekonomi RI Jumat Depan

Mistar.idRabu, 11 Februari 2026 19.35
journalist-avatar-top
prabowo_akan_paparkan_kondisi_ekonomi_ri_jumat_depan_

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto. (foto: detik/mistar)

news_banner

Jakarta, MISTAR.ID

Presiden Prabowo Subianto akan menyampaikan penjelasan terbuka mengenai kondisi perekonomian Indonesia, Jumat mendatang. Agenda tersebut akan dikemas dalam sarasehan ekonomi bertajuk Indonesia Economic Outlook.

Rencana itu disampaikan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto usai rapat terbatas di Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Rabu (11/2/2026).

Menurut Airlangga, Presiden meminta agar pemerintah memberikan penjelasan yang lebih komprehensif kepada publik, terutama terkait perkembangan ekonomi nasional dan berbagai program prioritas pemerintah.

“Tadi Bapak Presiden meminta agar dibuat penjelasan yang lebih lengkap melalui sarasehan ekonomi ‘Indonesia Economic Outlook’ pada hari Jumat. Di sana akan dijelaskan posisi pemerintah serta program-program unggulan yang sedang dijalankan,” ujar Airlangga.

Ia menambahkan, pemerintah akan memaparkan sejumlah isu penting, termasuk potensi peningkatan penerimaan negara serta rencana pengelolaan investasi melalui BPI Danantara.

“Hal-hal yang perlu mendapat perhatian akan dijelaskan, terutama terkait penerimaan negara yang berpotensi meningkat dan juga rencana dari Danantara,” katanya.

Terkait laporan dari lembaga pemeringkat internasional, Airlangga menyebut peringkat utang Indonesia masih berada pada level layak investasi (investment grade). Meski demikian, ia mengakui adanya revisi outlook menjadi negatif dari Moody’s.

“Sudah dilaporkan kepada Bapak Presiden bahwa dari lembaga pemeringkat seperti Moody’s, Fitch, dan S&P, rating Indonesia tetap berada di level investment grade. Memang ada outlook negatif dari Moody’s,” kata Airlangga.

Sarasehan tersebut diharapkan dapat memberikan gambaran yang lebih jelas kepada publik dan pelaku pasar mengenai arah kebijakan ekonomi pemerintah ke depan.

BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN