Plafon Kredit UMKM Ditargetkan Tembus Rp2.000 Triliun Pada 2027

UMKM. (Foto: Benuanta)
Jakarta, MISTAR.ID – Pemerintah menargetkan plafon kredit perbankan untuk sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) meningkat hingga Rp1.900 triliun sampai Rp2.000 triliun pada 2027. Target tersebut disiapkan melalui penambahan alokasi kredit sekitar Rp400 triliun hingga Rp500 triliun.
Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), Maman Abdurrahman mengatakan, tambahan pembiayaan tersebut merupakan bagian dari arahan Presiden Prabowo Subianto untuk menggerakkan perekonomian masyarakat dari bawah.
Maman menegaskan, penambahan plafon kredit itu bukan berasal dari anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN), melainkan peningkatan alokasi pembiayaan yang disediakan perbankan bagi pelaku usaha.
"Itu kan target dari arahan Presiden (Prabowo Subianto) melalui Kemenko perekonomian agar menjadi stimulus perekonomian. Salah satunya dengan menambahkan plafon kredit perbankan untuk di sektor UMKM. Kemarin pembicaraannya antara Rp400-500 triliun. Kalau sekarang sekitar Rp1.500 an triliun. Artinya 2027 kita targetkan Rp1.900-Rp.2000 triliun," kata Maman saat ditemui di Jakarta, Jumat (23/10/2026), dilansir dari CNBC Indonesia.
Menurutnya, peningkatan alokasi kredit tersebut diharapkan mampu memperluas akses pembiayaan sekaligus mendorong kegiatan ekonomi masyarakat melalui penguatan sektor UMKM.
Sementara itu, besaran kuota Kredit Usaha Rakyat (KUR) untuk 2027 masih menunggu pembahasan lebih lanjut bersama komite pembiayaan UMKM. Maman memperkirakan penetapan kuota tersebut akan dilakukan pada November atau Desember mendatang.
"Terkait kuota KUR itu nanti domainnya dengan komite-komite pembiayaan UMKM, yang saya rasa tunggu saja, biasanya November, Desember akan ditetapkan," ujarnya.
Menurutnya, peningkatan plafon kredit perbankan tidak membutuhkan alokasi anggaran khusus dari APBN. Namun, apabila kuota KUR turut mengalami peningkatan, pemerintah berpotensi melakukan penyesuaian terhadap anggaran subsidi bunga.
"Ini nggak ada anggaran plafon kredit. Jadi, ini plafon alokasi kredit perbankan, nggak ada hubungannya dengan APBN. Untuk berapa jumlahnya, tunggu tanggal mainnya," ucap Maman.
Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto mengungkapkan pemerintah tengah menyiapkan berbagai alternatif penyaluran kredit dengan nilai sekitar Rp400 triliun pada 2027.
Pembiayaan tersebut direncanakan menyasar sejumlah kelompok masyarakat, mulai dari petani, nelayan, hingga penduduk di pedesaan dan daerah tertinggal.
Airlangga menyebut pemerintah memiliki sejumlah skema pembiayaan yang dapat dimanfaatkan, termasuk Kredit Usaha Rakyat (KUR), pembiayaan perumahan, serta kredit untuk alat dan mesin pertanian (alsintan).
"Kan kita punya pola KUR dan yang lain, tinggal tingkat suku bunganya dipasang beberapa. Alternatif yang lain, ya kita seperti untuk perumahan kan kita bisa naikkan kreditnya sampai angka yang lebih tinggi. Sekarang kredit Alsintan (alat usaha dan mesin pertanian) juga ada," ucap Airlangga saat ditemui awak media di kantornya. (cnbc)














































