Penjualan Motor Listrik di Siantar Masih Stagnan di Tengah Pembatasan Pembelian BBM

Penjualan di toko sepeda listrik Gano Jalan kartini Pematangsiantar stagnan. (foto: abdi/mistar)
Pematangsiantar, MISTAR.ID
Tren global menunjukkan banyak negara mulai menerapkan pembatasan pembelian bahan bakar minyak (BBM) sebagai respons terhadap krisis energi.
Namun, kebijakan yang seharusnya menjadi angin segar bagi industri kendaraan ramah lingkungan ini ternyata belum memberikan dampak signifikan terhadap minat masyarakat untuk beralih ke sepeda motor listrik.
Kondisi ini tercermin di pasar lokal. Meski isu kenaikan harga dan pembatasan BBM terus bergulir, pelaku usaha sepeda listrik mengaku belum merasakan lonjakan permintaan yang berarti.
Irwan, kepala toko salah satu gerai industri sepeda listrik di Jalan Kartini Pematangsiantar, mengatakan grafik penjualan di tempatnya masih berada di level yang sama dengan periode sebelumnya. Belum ada pergerakan angka yang menunjukkan masyarakat berbondong-bondong meninggalkan kendaraan konvensional.
"Dengan adanya isu krisis energi dan kenaikan harga BBM, penjualan kita sebenarnya masih stagnan. Belum ada kenaikan yang signifikan, masih seperti biasanya saja," ujarnya, Rabu (1/4/2026).
Irwan menjelaskan, sehari-hari rata-rata unit yang keluar dari tokonya masih berkisar di angka dua kendaraan per hari. Secara akumulatif, total penjualan per bulan hanya mencapai angka 40 hingga 50 unit saja.
Menariknya, meski tren ini stagnan, pasar sepeda listrik masih memiliki segmen yang loyal. Irwan menyebutkan mayoritas pembeli adalah warga yang berasal dari wilayah Kabupaten Simalungun.
Profil pembelinya pun sangat spesifik, didominasi ibu rumah tangga. Bagi mereka, sepeda listrik bukan sekadar gaya hidup, melainkan alat bantu praktis untuk mobilitas jarak pendek.
"Rata-rata yang membeli warga Kabupaten Simalungun dan ibu rumah tangga. Kegunaannya lebih ke arah fungsional, seperti untuk mengantarkan anak sekolah dan keperluan rumah tangga lainnya," ucapnya.
PREVIOUS ARTICLE
Daftar Harga BBM Pertamina di Seluruh Indonesia per 1 April 2026





















