Monday, July 20, 2026
home_banner_first
EKONOMI

Pedagang Perlengkapan Salat di Jalan Stasiun Medan Keluhkan Sepinya Pembeli

Mistar.idSelasa, 17 Maret 2026 pukul 19.16 WIB
pedagang_perlengkapan_salat_di_jalan_stasiun_medan_keluhkan_sepinya_pembeli

Kondisi toko alat salat dan kurma di Jalan Stasiun. (foto: amita/mistar)

news_banner

Medan, MISTAR.ID

Meski Lebaran tinggal menghitung hari, suasana riuh pembeli belum sepenuhnya menyentuh lapak pedagang perlengkapan ibadah di kawasan Jalan Stasiun, Medan. Para pedagang mengeluhkan tren penjualan yang merosot tajam dibandingkan tahun-tahun sebelumnya, terutama akibat gempuran pasar digital.

Mamen, salah seorang pedagang perlengkapan salat dan kurma di kawasan tersebut, mengatakan hingga pertengahan Ramadan penjualan barang-barang seperti sarung, sajadah, dan baju koko masih "setali tiga uang" dengan penjualan kurma yang lesu.

"Penjualan masih bersifat satuan, belum ada pembelian dalam jumlah besar untuk keperluan berbagi atau hampers. Biasanya tahun lalu sudah banyak yang pesan borongan," ujarnya, Selasa (17/3/2026).

Untuk sajadah, rata-rata penjual menjual di harga Rp25.000 hingga Rp400.000 tergantung ketebalan dan kualitas. Baju koko dan jubah Rp100.000 hingga Rp300.000 kualitas standar hingga ekslusif, dan peci Rp9.000 hingga Rp100.000 sesuai bahan dan kerumitan motif.

Kondisi serupa dirasakan oleh Intan, pedagang lainnya di lokasi yang sama. Menurutnya, perubahan perilaku konsumen yang kini lebih gemar berbelanja melalui aplikasi e-commerce menjadi pukulan telak bagi pedagang konvensional di pasar.

"Penjualan tidak begitu baik dibanding tahun lalu. Sekarang banyak masyarakat yang lebih memilih beli perlengkapan salat secara online. Sedikit sekali yang mau datang langsung dan membeli di pasar," ucap Intan.

Meski harga yang ditawarkan para pedagang di Jalan Stasiun cukup kompetitif dengan variasi kualitas yang beragam, kemudahan akses dan promo di platform digital tampaknya lebih memikat hati masyarakat.

Para pedagang kini hanya bisa berharap adanya lonjakan pembeli pada H-3 hingga H-1 Lebaran, di mana biasanya warga yang belum sempat berbelanja online akan menyerbu pasar fisik untuk memenuhi kebutuhan salat Idulfitri.



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN