Monday, July 20, 2026
home_banner_first
EKONOMI

Kelangkaan Emas Fisik di Medan, Investor Kesulitan Beli di Tengah Harga Rp3,1 Juta/Gram

Mistar.idJumat, 30 Januari 2026 pukul 15.31 WIB
kelangkaan_emas_fisik_di_medan_investor_kesulitan_beli_di_tengah_harga_rp31_jutagram

Masyarakat yang ingin membeli emas di Bazar Emas Pegadaian. (Foto: amita/mistar)

news_banner

Medan, MISTAR.ID

Lonjakan harga emas Antam yang kini menyentuh level fantastis Rp3,1 juta per gram ternyata tidak diikuti dengan kemudahan akses untuk mendapatkannya. Sejumlah investor di Kota Medan mengeluhkan sulitnya memperoleh emas fisik di pasaran, baik di gerai resmi Antam maupun kantor Pegadaian.

Salah seorang investor, Matius, mengaku sudah mencoba mencari di berbagai tempat. Kekosongan stok ini membuatnya frustrasi, apalagi ia sudah mengincar emas fisik sejak harganya Rp2 juta per gram.

“Saya ingin membeli emas untuk investasi, tapi stok selalu kosong atau harus antre. Saya sudah ke Pegadaian dan toko emas Antam, tapi tetap saja tidak ada stok emas fisik. Mereka bilang harus order melalui link, sementara untuk mendapatkan link saja harus antre karena belum pasti kapan stok tersedia,” kata Matius, Jumat (30/1/2026).

Bagi Matius, meski tersedia investasi emas digital atau tabungan emas, memiliki emas fisik memberikan kepuasan psikologis tersendiri.

“Menurut saya, memiliki emas fisik jauh lebih terlihat hasil kerja kerasnya, tapi sekarang malah susah sekali didapat,” ucapnya.

Senada dengan Matius, investor emas lainnya, Ayu, juga merasakan sulitnya menemukan emas batangan siap pakai (ready stock). Untuk menyiasati kelangkaan tersebut, ia memilih beralih ke instrumen digital sambil menunggu kondisi pasar stabil.

“Ketersediaan emas fisik masih sangat sulit ditemukan. Jika fisik masih langka, saya memilih investasi melalui tabungan emas. Nilainya sama dengan emas fisik, hanya saja tidak berbentuk fisik,” ujar Ayu.

Ia menambahkan bahwa fitur cicil emas bisa menjadi alternatif untuk mendapatkan fisik di masa depan, namun ia lebih memilih membeli mandiri sesuai kemampuan tiap bulan.

Meski mulai terbiasa dengan sistem digital, Ayu menegaskan keinginan memiliki emas fisik tetap menjadi prioritas utamanya.

“Sebenarnya tetap ingin beli emas fisik secara langsung, karena hasil kerja kerasnya terlihat kalau dipegang sendiri,” tuturnya.

Fenomena kelangkaan stok emas fisik di tengah kenaikan harga yang drastis ini diduga terjadi akibat tingginya permintaan global yang memicu panic buying, sehingga distribusi ke daerah-daerah mengalami keterlambatan.

Para investor berharap pihak penyedia emas segera menormalkan pasokan agar masyarakat bisa mengamankan nilai aset mereka di tengah ketidakpastian ekonomi global.



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN