Sunday, July 12, 2026
home_banner_first
EKONOMI

Investor Asing Ramai Jual Saham BBCA, T Rowe Price dan JP Morgan Lepas Ratusan Juta Lembar

Mistar.idKamis, 22 Januari 2026 pukul 15.58 WIB
investor_asing_ramai_jual_saham_bbca_t_rowe_price_dan_jp_morgan_lepas_ratusan_juta_lembar

Gedung BCA dan ilustrasi investor asing jual saham BBCA (Foto: Istimewa/Mistar)

news_banner

Pematangsiantar, MISTAR.ID

Aksi jual saham PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA) oleh investor besar kembali mencuri perhatian pasar. Pada perdagangan Rabu, 21 Januari 2026, sejumlah investor institusi global tercatat melepas jutaan hingga ratusan juta lembar saham BBCA, di tengah derasnya arus keluar dana asing dari saham perbankan tersebut.

Berdasarkan data perdagangan yang dihimpun dari terminal Bloomberg, T Rowe Price Group Inc. menjadi investor dengan nilai penjualan terbesar pada hari itu. Perusahaan investasi asal Amerika Serikat tersebut melepas sekitar 127,10 juta lembar saham BBCA, sehingga total kepemilikannya turun menjadi 543,93 juta saham.

Dengan penjualan tersebut, porsi kepemilikan T Rowe Price di BBCA kini berada di kisaran 0,44% dari total saham beredar, dengan harga perolehan rata-rata sekitar Rp5.740,74 per saham.

JP Morgan Ikut Kurangi Kepemilikan

Selain T Rowe Price, JP Morgan Chase & Co. juga tercatat melakukan aksi jual saham BBCA. Bank investasi global asal Amerika Serikat itu melepas sekitar 14,05 juta lembar saham pada perdagangan yang sama.

Meski demikian, JP Morgan masih menggenggam sekitar 1,37 miliar saham BBCA, setara dengan 1,11% kepemilikan. Adapun harga rata-rata saham BBCA yang dimiliki JP Morgan tercatat berada di level Rp4.291,28 per saham.

Aksi jual kedua investor besar tersebut mempertegas tren penjualan bersih investor asing yang terus berlanjut di saham bank swasta terbesar di Indonesia itu sejak awal tahun.

Net Sell Asing Capai Rp2,67 Triliun Secara Year to Date

Mengacu pada data Bursa Efek Indonesia (BEI), hingga periode 2–21 Januari 2026, investor asing membukukan net sell sekitar Rp2,67 triliun di saham BBCA secara year to date (YtD).

Sepanjang periode tersebut, aksi beli bersih investor asing di BBCA hanya tercatat dalam tiga hari perdagangan, yakni pada 5, 6, dan 9 Januari 2026. Di luar tanggal tersebut, pergerakan didominasi oleh aksi jual.

Bahkan, pada Rabu (21/1/2026), volume penjualan saham BBCA oleh investor asing mencatatkan rekor tertinggi sepanjang awal tahun. Pada hari itu, total foreign sell mencapai 261,11 juta saham, sementara foreign buy hanya berada di angka 39,61 juta saham.

Dengan total volume transaksi BBCA yang mencapai 301,82 juta saham, investor asing membukukan net sell sekitar 221,50 juta saham, dengan nilai transaksi diperkirakan mencapai Rp1,70 triliun.

Saham BBCA Tekan IHSG

Nilai net sell tersebut dihitung berdasarkan harga penutupan BBCA di level Rp7.700 per saham, yang juga menjadi harga terendah BBCA sejak awal 2026. Pada perdagangan hari itu, saham BBCA mengalami koreksi 3,75%.

Tekanan pada saham BBCA turut memberikan dampak signifikan terhadap pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). BBCA tercatat menjadi pemberat utama IHSG dengan kontribusi negatif sekitar 28,42 poin pada perdagangan harian.

Secara year to date, harga saham BBCA masih berada dalam tren pelemahan dengan penurunan sekitar 4,64%. Koreksi tersebut menempatkan BBCA sebagai saham dengan kontribusi negatif terbesar terhadap IHSG sepanjang 2026, dengan total tekanan mencapai minus 35,53 poin.



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN