Monday, October 5, 2026
home_banner_first
EKONOMI

Inflasi Siantar September 0,16 Persen, Cabai Merah Sumbang Andil Terbesar

Mistar.idSenin, 5 Oktober 2026 pukul 13.15 WIB
inflasi_siantar_september_016_persen_cabai_merah_sumbang_andil_terbesar

Inflasi Siantar. (Foto: BPS Siantar/Mistar)

news_banner

Pematangsiantar, MISTAR.ID – Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Pematangsiantar mencatat inflasi bulanan atau month-to-month (m-to-m) sebesar 0,16 persen pada September 2026. Cabai merah menjadi komoditas yang memberikan andil terbesar terhadap inflasi tersebut.

Kepala BPS Kota Pematangsiantar, Ratna Naibaho, melalui Humas BPS Dedi Saragih mengatakan cabai merah memberikan andil inflasi sebesar 0,20 persen pada September 2026.

“Untuk penyumbang inflasi pada September 2026, cabai merah memberikan andil terbesar yaitu 0,20 persen. Disusul daging ayam ras 0,07 persen, beras 0,03 persen, serta jeruk dan sawi hijau masing-masing 0,02 persen,” ujar Dedi, Senin (5/10/2026)

Inflasi September 2026 tersebut lebih rendah dibandingkan bulan sebelumnya yang mencapai 0,58 persen.

Secara year-to-date (y-to-d) hingga September 2026, inflasi Pematangsiantar tercatat sebesar 3,78 persen.

Dedi mengatakan kenaikan harga cabai merah masih menjadi salah satu pemicu pergerakan indeks harga konsumen di Pematangsiantar. Berdasarkan catatan BPS, secara kumulatif hingga Agustus 2026, harga cabai merah telah mengalami kenaikan sebesar 12,89 persen.

Meski menjadi penyumbang terbesar pada September 2026, andil inflasi cabai merah masih lebih rendah dibandingkan September 2025 yang mencapai 0,50 persen secara bulanan.

Selain cabai merah, daging ayam ras juga memberikan andil terhadap inflasi September sebesar 0,07 persen. Secara year-to-date hingga September 2026, inflasi daging ayam ras tercatat mencapai 15,81 persen.

“Puncak lonjakan harga daging ayam ras dalam setahun terakhir sebenarnya terjadi pada Agustus 2026 lalu dengan andil inflasi mencapai 0,34 persen,” tutur Dedi.

Sementara itu, beras memberikan andil inflasi sebesar 0,03 persen pada September 2026. Secara year-to-date, harga beras tercatat naik 4,98 persen.

Di sisi lain, sejumlah komoditas mengalami penurunan harga dan turut menahan laju inflasi. Tomat menjadi komoditas dengan sumbangan deflasi terbesar, yakni -0,04 persen secara month-to-month.

Selain tomat, komoditas yang turut menyumbang deflasi yakni cabai rawit sebesar -0,03 persen, kangkung -0,02 persen, ikan kembung -0,02 persen, dan minyak goreng -0,02 persen.

Dedi menyebut secara kumulatif sejak awal tahun, harga tomat di Pematangsiantar telah mengalami kenaikan sebesar 93,54 persen. Sementara deflasi tomat terdalam dalam setahun terakhir tercatat pada Juni 2026 sebesar -0,13 persen.[]



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN