IHSG Melemah 1,01 Persen, Investor Waspadai Enam Sentimen

IHSG. (Foto: Pegadaian)
4. Neraca Perdagangan China (Rabu, 14 Oktober)
Selain inflasi, China akan mengumumkan data perdagangan untuk September 2026.
Pada Agustus, China mencatat surplus perdagangan sebesar US$119,09 miliar. Nilai ekspor meningkat 25 persen secara tahunan menjadi US$401,44 miliar, sedangkan impor tumbuh 28,2 persen menjadi US$282,36 miliar.
Investor akan mencermati apakah pertumbuhan perdagangan tersebut berlanjut. Kenaikan impor China berpotensi memberikan dampak positif bagi ekspor Indonesia, khususnya jika permintaan terhadap komoditas kembali menguat.
5. Data Inflasi AS (Rabu, 14 Oktober)
Rilis data inflasi AS untuk September juga menjadi perhatian utama pasar. Angka tersebut dapat memberikan gambaran mengenai arah kebijakan suku bunga Federal Reserve atau The Fed.
Pada Agustus, inflasi tahunan AS tercatat 3,4 persen, sementara inflasi bulanan meningkat 0,4 persen. Kenaikan tersebut terutama dipengaruhi oleh harga bensin.
Apabila tekanan harga kembali meningkat, peluang The Fed untuk melonggarkan kebijakan moneter dapat semakin terbatas. Kondisi ini berpotensi memengaruhi pergerakan dolar AS, imbal hasil obligasi, nilai tukar rupiah, hingga pasar saham negara berkembang.
6. Pidato Pejabat The Fed (14-16 Oktober)
Pernyataan sejumlah pejabat The Fed juga akan menjadi perhatian investor sepanjang pekan ini.
Wakil Ketua The Fed untuk Pengawasan, Michelle W. Bowman, dijadwalkan menghadiri agenda di Bangkok pada 14 Oktober.
Selanjutnya, pada 15 Oktober, Ketua The Fed Kevin Warsh dijadwalkan berdiskusi dengan Direktur Pelaksana IMF Kristalina Georgieva. (Reuters)

















































