Thursday, October 15, 2026
home_banner_first
EKONOMI

IHSG Anjlok 1,03 Persen pada Awal Perdagangan, Saham Properti dan Energi Tertekan

Mistar.idKamis, 15 Oktober 2026 pukul 09.51 WIB
ihsg_anjlok_103_persen_pada_awal_perdagangan_saham_properti_dan_energi_tertekan

IHSG. (Foto: Kata Data)

Jakarta, MISTAR.ID – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melemah lebih dari 1 persen pada awal perdagangan Kamis (15/10/2026).

Tekanan jual yang muncul sejak pembukaan membuat indeks turun ke level 5.881,78 pada pukul 09.20 WIB.

Berdasarkan data perdagangan, IHSG terkoreksi 61,24 poin atau 1,03 persen. Indeks dibuka pada posisi 5.917,13, lebih rendah dibandingkan penutupan perdagangan sebelumnya.

Tekanan berlanjut setelah pembukaan. IHSG sempat menyentuh level terendah intraday di 5.880,92, sedangkan posisi tertingginya hanya mencapai 5.917,70.

Pada waktu tersebut, volume transaksi tercatat sebanyak 55,42 juta lot dengan nilai mencapai Rp1.292,65 miliar.

Mengutip data Refinitiv, tiga sektor yang mengalami tekanan terbesar adalah properti dengan penurunan 1,9 persen, energi sebesar 1,6 persen, serta material dasar yang melemah 1,5 persen.

Sejumlah saham berkapitalisasi besar turut menjadi pemberat indeks. Di antaranya PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA), PT Bumi Resources Minerals Tbk. (BRMS), PT Dian Swastatika Sentosa Tbk. (DSSA), PT Amman Mineral Internasional Tbk. (AMMN), dan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BBRI).

Di tengah pelemahan tersebut, beberapa saham tercatat menjadi penopang IHSG, yakni PT Mora Telematika Indonesia Tbk. (MORA), PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. (BMRI), PT Bank of India Indonesia Tbk. (BSWD), PT Tifico Fiber Indonesia Tbk. (TFCO), dan PT Bhineka Inovasi Ketahanan Energi Tbk. (BIKE).

Tekanan terhadap pasar keuangan Indonesia diperkirakan masih berlanjut. Inflasi Amerika Serikat yang meningkat, posisi dolar AS yang masih kuat, serta konflik geopolitik yang belum mereda menjadi sejumlah faktor eksternal yang berpotensi membebani pergerakan IHSG dan nilai tukar rupiah. (revinitif)



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN