Hingga Oktober 2025, PIS Angkut 143 Juta Kiloliter Energi

Kapal Pertamina International Shipping (PIS). (Foto: Dokumentasi PIS)
Jakarta, MISTAR.ID
PT Pertamina International Shipping (PIS) mencatat telah mengangkut 143 juta kiloliter produk minyak, gas, dan berbagai kargo strategis sepanjang Januari hingga Oktober 2025. Pengangkutan tersebut dilakukan untuk memastikan ketahanan dan ketersediaan energi nasional tetap terjaga.
“Sampai dengan Oktober 2025, kami sudah mengangkut 143 juta setara kiloliter dari produk minyak, gas, dan kargo lainnya,” ujar Direktur Utama PIS Surya Tri Harto dalam rapat dengan Komisi XII DPR RI di Jakarta, dilansir dari Antara, Selasa (18/11/2025).
Surya mengatakan PIS sebagai Integrated Marine Logistics memiliki misi menjalankan distribusi dan suplai logistik energi secara terintegrasi, terutama untuk sektor domestik. PIS, kata dia, berupaya menjadi perusahaan logistik maritim nasional yang juga beroperasi secara global secara selektif.
Ia menjelaskan strategi utama perusahaan meliputi penguatan distribusi energi domestik, ekspansi bisnis berbasis kompetensi, pengembangan layanan maritim, serta kesiapan menghadapi transisi energi melalui model bisnis hijau.
Saat ini PIS memiliki 108 kapal namun mengoperasikan lebih dari 300 armada yang melayani lebih dari 90 rute domestik dan lebih dari 60 rute internasional. Perusahaan juga memastikan seluruh operasionalnya memenuhi ketentuan Organisasi Maritim Internasional (IMO), US Coast Guard, MARPOL, SOLAS, ISPS, SMC, dan MLC.
Surya mengungkapkan sejak 2024 PIS telah menambah 16 armada baru, baik untuk mengganti kapal lama maupun melayani pertumbuhan kargo domestik dan internasional. Pada 2024, PIS mengangkut 161 juta kiloliter kargo, dan pada 2025 perusahaan memproyeksikan pengangkutan mencapai 172 juta kiloliter.
Untuk memperluas pasar noncaptive, PIS memanfaatkan jaringan kantor internasional di Singapura, Dubai, dan London guna memperkuat jangkauan global dan mendekatkan layanan kepada pelanggan serta institusi keuangan internasional. PIS juga mengembangkan bisnis di luar kargo inti minyak dan gas dengan memanfaatkan kemampuan sumber daya manusia dan organisasi.
Upaya ekspansi tersebut tercermin melalui pengoperasian dua kapal gas di rute internasional dan pemanfaatan kantor regional di Asia Pasifik untuk mempercepat pelayanan lintas zona waktu. Salah satu kapal Very Large Gas Carrier (VLGC) Pertamina, Gas Walio, bahkan telah mengangkut amonia untuk memenuhi permintaan internasional.
“Kapal VLGC Pertamina Gas Walio juga mengangkut amonia karena kapal amonia dan gas itu kompatibel,” kata Surya. (hm25)






















