Pasokan Minim, Harga Ikan di Langkat Melonjak Drastis

Suasana di Pasar Baru Stabat. Harga ikan laut melonjak karena stok minim. (Foto: Endang/Mistar)
Langkat, MISTAR.ID
Minimnya pasokan membuat harga ikan laut di sejumlah pasar tradisional di Kabupaten Langkat melonjak.
Seperti di Pasar Stabat Baru yang ada di Kecamatan Stabat. Kenaikan harga ikan laut di pasar ini telah terjadi sejak dua pekan yang lalu.
Harga ikan Senangin yang biasanya dijual Rp40 ribu per kilogram (kg), hari ini dijual seharga Rp60 ribu per kilogram.
Ikan Dencis dijual seharga Rp45 ribu per kg dari harga biasanya Rp25 ribu per kg. Ikan Dumun dijual seharga Rp35 ribu per kg, padahal biasanya dijual seharga Rp20 ribu per kg.
Begitu juga dengan ikan Merah yang dijual seharga Rp40 ribu per kg dari harga biasa Rp25 ribu per kg. Ikan Kakap Hitam dijual hari ini dengan harga Rp65 ribu, sedangkan harga biasanya Rp45 ribu per kg.
Untuk cumi-cumi dijual seharga Rp70 ribu per kg dari harga normal Rp55 ribu per kg.
Menurut para pedagang, naiknya harga ikan laut ini karena minimnya pasokan ikan dari nelayan akibat cuaca buruk di laut lepas.
"Sudah dua minggu ini cuaca buruk di laut Pangkalan Brandan, makanya nelayan tak berani melaut ke tengah," ujar Iwan, salah seorang pedagang ikan di Pasar Baru Stabat.
Kondisi ini diperkirakan masih akan terus berlangsung hingga akhir Desember mendatang.
Untuk mengisi kekosongan pasokan, para pedagang mendatangkan ikan paket dari cold storage Belawan.
Sebagian pedagang juga menjajakan ikan air tawar seperti ikan nila, gurami, dan ikan mas yang stoknya lebih memadai.
"Kalau untuk ikan air tawar pasokan selalu banyak," kata Iwan. (hm25)
PREVIOUS ARTICLE
Hingga Oktober 2025, PIS Angkut 143 Juta Kiloliter Energi












