Monday, July 20, 2026
home_banner_first
EKONOMI

Harga Kebutuhan Pokok di Pematangsiantar Fluktuatif Awal 2026, Cabai Rawit Sempat Tembus Rp88 Ribu

Mistar.idSenin, 5 Januari 2026 pukul 16.05 WIB
harga_kebutuhan_pokok_di_pematangsiantar_fluktuatif_awal_2026_cabai_rawit_sempat_tembus_rp88_ribu

Akademisi Universitas Simalungun, Raja M Nainggolan. (foto:abdi/mistar)

news_banner

Pematangsiantar, MISTAR.ID

Memasuki Januari 2026, dinamika harga kebutuhan pokok di Kota Pematangsiantar menunjukkan pergerakan yang cukup fluktuatif. Kondisi ini mencerminkan tantangan struktural di sektor pangan lokal.

Akademisi Universitas Simalungun, Raja M Nainggolan, mengatakan berdasarkan data pantauan pasar tradisional, harga cabai rawit sempat mencapai level tinggi sekitar Rp88.000 per kilogram. Meski demikian, harga tersebut mulai turun dari puncak sebelumnya yang mendekati Rp100.000 per kilogram.

“Pergerakan ini menunjukkan ketidakstabilan pasokan dari sentra produksi yang masih sangat dipengaruhi oleh faktor cuaca dan biaya distribusi,” ujarnya kepada MISTAR.ID, Senin (5/1/2026).

Sementara itu, cabai merah dan bawang merah di pasar lokal cenderung berada di kisaran Rp40.000 hingga Rp44.000 per kilogram, sedangkan bawang putih relatif stabil di kisaran Rp36.000 per kilogram.

“Kondisi ini menunjukkan adanya perbedaan elastisitas harga antarkomoditas bumbu dapur yang disebabkan oleh pola pasok, faktor musiman, dan respons permintaan rumah tangga,” ucapnya.

Raja menjelaskan, berbeda dengan cabai dan bawang, harga beras relatif lebih stabil. Hal ini mencerminkan posisi komoditas tersebut sebagai kebutuhan pokok utama yang pasokannya lebih terjaga, meskipun tetap memerlukan pemantauan pasokan nasional dan daerah.

“Data harga beras di pasar tradisional beberapa waktu terakhir menunjukkan level harga yang tidak mengalami lonjakan ekstrem dibandingkan komoditas lain,” katanya.

Berdasarkan pandangan akademisi Universitas Simalungun tersebut, fenomena ini menggambarkan keterbatasan daya tawar konsumen di tengah gejolak harga bumbu dapur yang masih rentan terhadap gangguan pasokan.

“Ketika komoditas seperti cabai rawit atau cabai merah melonjak, rumah tangga dengan pendapatan menengah ke bawah harus menyesuaikan pola belanja atau mengurangi jumlah pembelian untuk menjaga anggaran bulanan tetap seimbang,” ujarnya.

Raja menambahkan, fluktuasi harga juga menunjukkan bahwa intervensi pasar seperti operasi pasar murah, peningkatan distribusi, dan penguatan stok daerah perlu terus diperkuat oleh pemerintah daerah bersama dinas perindustrian dan perdagangan.

Hal ini dinilai penting agar ketidakpastian harga komoditas strategis tidak menggerus daya beli masyarakat secara signifikan di awal tahun.

“Dengan memperhatikan dinamika harga kebutuhan pokok di Pematangsiantar saat ini, langkah proaktif dalam pemantauan pasokan dan koordinasi kebijakan pangan menjadi kunci utama untuk menjaga stabilitas ekonomi rumah tangga dan mencegah tekanan inflasi yang lebih tinggi di sektor pangan,” tuturnya. (hm27)



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN