Harga Beras di Pasar Horas Pematangsiantar Turun, Gula Pasir Naik

Pedagang beras di Pasar Tradisional Horas, Pematangsiantar. (Foto: Abdi/MISTAR)
Pematangsiantar, MISTAR.ID (19/10/2026) – Harga sejumlah jenis beras medium dan premium di Pasar Horas, Pematangsiantar, mengalami penurunan pada Senin (19/10/2026). Penurunan harga terjadi di tengah lancarnya distribusi dan melimpahnya pasokan dari berbagai daerah penghasil.
Desi, seorang pedagang beras di Pasar Horas, mengatakan stok beras di lapaknya saat ini masih aman dan distribusi berjalan lancar.
“Stok beras ada dan lancar, tidak ada gangguan distribusi. Pasokan kita datang dari Tebing Tinggi, Serdang Bedagai, Indrapura. Bahkan ada juga yang kita ambil dari Aceh,” kata Desi saat ditemui MISTAR.ID di lapaknya.
Meski Kota Pematangsiantar dikelilingi Kabupaten Simalungun yang dikenal sebagai salah satu daerah agraris, para pedagang tidak sepenuhnya bergantung pada pasokan beras dari daerah tersebut. Desi menyebut kualitas beras yang tidak konsisten dan harga yang kurang kompetitif menjadi alasan mereka memilih pasokan dari daerah lain.
“Hasil panen dari Simalungun itu kadang bagus. Tapi sering juga dapat yang kurang oke atau tekstur nasinya terlalu keras saat dimasak. Selain itu, harganya kurang bersaing kalau dibanding pasokan daerah lain. Kalau untuk kelas premium, sepertinya dari Simalungun belum ada,” terangnya.
Terkait pergerakan harga, Desi menjelaskan bahwa beras medium jenis IR 64 kini dijual seharga Rp15.200 per kilogram, turun dari sebelumnya Rp15.700 per kilogram.
Sementara itu, sejumlah beras premium juga mengalami penurunan harga. Beras KKB turun dari Rp16.800 menjadi Rp16.500 per kilogram. Beras Ramos juga turun dari Rp16.800 menjadi Rp16.500 per kilogram, sedangkan beras Hariara turun dari Rp16.500 menjadi Rp16.300 per kilogram.
Adapun beras Cap Udang masih bertahan di harga Rp16.200 per kilogram.
Di sisi lain, beras program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) dari Perum Bulog kembali tersedia dalam jumlah lebih banyak di pasar. Beras tersebut dijual seharga Rp64.000 per kemasan 5 kilogram.
“Kemarin beras SPHP sempat habis karena ada penyaluran bantuan pangan. Tapi sekarang barangnya sudah masuk lagi di pasar,” tambah Desi.
Berbeda dengan beras, harga gula pasir justru mengalami kenaikan. Jonly, pedagang bahan pokok di Pasar Horas, mengatakan harga gula pasir kini mencapai Rp19.000 per kilogram, naik dari sebelumnya Rp18.000 per kilogram.
“Bahkan ada pedagang lain yang menjual dengan harga sampai Rp20.000 per kilogram. Itu tergantung modal pasokan,” ungkap Jonly.
Meski harga gula pasir naik, pasokan minyak goreng bersubsidi pemerintah, MinyaKita, mulai kembali normal setelah sebelumnya sempat langka di pasaran.
Jonly mengatakan MinyaKita kini dijual seharga Rp15.500 per liter. Menurutnya, ketersediaan minyak goreng tersebut mulai membaik setelah sempat kosong beberapa waktu lalu.
“Sekarang sudah ada lagi di pasaran. Kita berharap pasokan MinyaKita ini bisa terus lancar dan tidak terputus lagi,” pungkas Jonly.
PREVIOUS ARTICLE
IHSG Anjlok di Bawah 5.000 dan Rupiah Tembus Rp18.000 Imbas Isu Penurunan Status oleh MSCIBERITA TERPOPULER
BERITA TERPOPULER







































