Daya Beli Tertekan, Harga Daging Ayam di Medan Turun Jadi Rp37.000 per Kg

Pedagang daging sapi di salah satu pasar tradisional di Kota Medan. (foto: Amita/Mistar)
Medan, MISTAR.ID - Harga daging ayam ras dan daging sapi di Kota Medan mengalami penurunan dalam sepekan terakhir. Kondisi ini diduga berkaitan dengan melemahnya daya beli masyarakat yang berdampak pada penyerapan komoditas protein hewani di pasaran.
Pengamat Ekonomi Universitas Islam Sumatera Utara (UISU), Gunawan Benjamin, mengatakan harga daging ayam ras di tingkat konsumen turun dari Rp41.000 menjadi Rp37.000 per kilogram (kg).
Sementara itu, berdasarkan data Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS), rata-rata harga daging ayam di Kota Medan tercatat Rp39.000 per kg. Angka tersebut turun dibandingkan harga pada 9 Oktober 2026 yang mencapai Rp42.400 per kg.
Penurunan juga terjadi pada komoditas daging sapi, dengan harga turun sekitar Rp5.000 per kg. Berdasarkan pantauan di sejumlah pasar tradisional, seperti Pasar Sukaramai, Pasar Aksara, dan Pasar Brayan, harga daging sapi saat ini dijual Rp140.000 per kg.
"Para peternak sapi bakalan bilang, penurunan harga terjadi karena volume serapan daging sapi anjlok hingga 23 persen jika dibandingkan periode yang sama tahun lalu," kata Gunawan, Kamis (15/10/2026).
Di sisi lain, penurunan harga di tingkat konsumen terjadi ketika biaya operasional di tingkat produsen justru meningkat. Berdasarkan hasil pemantauan di lapangan, harga kebutuhan pakan ternak mengalami kenaikan lebih dari Rp1.200 per kg sejak Februari 2026 hingga saat ini.
"Lonjakan harga pakan secara teoritis memang memicu kenaikan harga pokok produksi komoditas protein seperti daging ayam maupun daging sapi. Tapi di lapangan, kenaikan biaya pakan tidak langsung mendongkrak harga jual produk protein di pasaran," ujarnya.
Sementara itu, harga telur ayam terpantau relatif stabil, yakni berkisar Rp1.600 hingga Rp2.200 per butir. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa kenaikan biaya pakan belum sepenuhnya tercermin dalam pergerakan harga seluruh komoditas protein hewani.
Tekanan daya beli yang dikeluhkan peternak juga tercermin dalam data makroekonomi. Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) Sumatera Utara tercatat turun dari 118,5 pada Agustus menjadi 118,1 pada September 2026. (*)





















































