Thursday, October 8, 2026
home_banner_first
EKONOMI

Cuaca Tak Stabil Bikin Penyakit Cabai, Harganya Tembus Rp100 Ribu per Kg di Toba

Mistar.idKamis, 8 Oktober 2026 pukul 13.42 WIB
cuaca_tak_stabil_bikin_penyakit_cabai_harganya_tembus_rp100_ribu_per_kg_di_toba

Pedagang cabai dan andaliman di Toba. (Foto: Nimrot/Mistar)

news_banner

Toba, MISTAR.ID – Harga cabai merah keriting di Kecamatan Laguboti, Kabupaten Toba, mencapai Rp100.000 per kilogram, Kamis (8/10/2026).

Pedagang menyebut lonjakan harga dipengaruhi kondisi cuaca yang tidak stabil sehingga tanaman cabai milik petani terserang penyakit dan hasil panen menurun.

Pedagang di Kecamatan Laguboti, Yolanda Sibuea, mengatakan informasi mengenai kondisi tanaman tersebut diperolehnya dari petani yang datang menjual cabai kepadanya.

Menurut Yolanda, penyakit yang menyerang tanaman cabai terutama menyebabkan buah mengalami busuk kering. Kondisi itu berdampak terhadap hasil panen petani.

“Kondisi tanaman cabai petani, di mana buahnya mengalami busuk kering sehingga mempengaruhi hasil panen. Petani terpaksa meningkatkan harga jual kepada agen dan pengepul, otomatis kami juga menaikkan harga jual kepada pembeli,” ujar Yolanda, Kamis (8/10/2026).

Ia memperkirakan harga cabai merah keriting masih berpotensi mengalami kenaikan dalam beberapa bulan ke depan apabila kondisi tanaman dan cuaca tidak membaik.

Menurutnya, bukan hanya cabai merah keriting yang mengalami kenaikan harga. Andaliman juga mengalami lonjakan dalam tiga hari terakhir.

Harga andaliman yang sebelumnya sekitar Rp120.000 per kilogram kini mencapai Rp150.000 per kilogram. Kenaikan tersebut mencapai Rp30.000 per kilogram.

Yolanda mengatakan harga andaliman memang biasanya mengalami kenaikan menjelang akhir November hingga akhir Desember.

Berdasarkan pengalamannya, harga komoditas tersebut bahkan dapat mencapai sekitar Rp500.000 per kilogram pada periode tersebut.

“Untuk harga andaliman sebenarnya sudah lumrah seharga Rp500.000 per kilogram, terlebih saat tiba akhir November hingga akhir Desember setiap tahunnya. Tetapi ada kemungkinan harga bisa mencapai Rp550.000 hingga Rp600.000 jika melihat kondisi cuaca yang tidak stabil akhir-akhir ini,” tuturnya.[]



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN