Thursday, June 4, 2026
home_banner_first
EKONOMI

Bulog Sumut Optimistis Serap 28.000 Ton Jagung Pipil Tahun 2026

Mistar.idMinggu, 15 Maret 2026 14.59
AN
AA
bulog_sumut_optimistis_serap_28000_ton_jagung_pipil_tahun_2026

Pemimpin Wilayah Bulog Kanwil Sumut, Budi Cahyanto. (Foto: Amita/Mistar)

news_banner

Medan, MISTAR.ID

Perum Bulog Kantor Wilayah Sumatera Utara (Sumut) optimistis dapat menyerap 28.000 ton jagung pipil dari petani lokal sepanjang tahun 2026. Hingga pertengahan Maret, realisasi penyerapan telah mencapai 1.500 ton sebagai bagian dari upaya memperkuat stok cadangan dan menjaga stabilitas harga pakan ternak.

Pemimpin Wilayah Bulog Kanwil Sumut, Budi Cahyanto, menyatakan pihaknya saat ini tengah menjalankan penugasan pemerintah untuk menyerap produksi jagung guna melindungi harga di tingkat petani.

Budi mengungkapkan realisasi penyerapan jagung pipil di Sumut terus menunjukkan progres yang signifikan sejak awal tahun.

"Untuk penyerapan jagung pipil khusus tahun 2026, kita sudah mencapai 1.500 ton dari target 28.000 ton. Saya sangat optimistis target ini akan tercapai sepenuhnya sampai akhir tahun nanti," kata Budi, Minggu (15/3/2026).

Terkait potensi fluktuasi harga jagung yang berimbas pada harga pakan ternak, seperti ayam petelur dan pedaging, Bulog menegaskan kesiapannya jika sewaktu-waktu diperintahkan untuk melakukan intervensi pasar melalui program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP).

Budi memastikan bahwa gudang-gudang Bulog di Sumut telah memiliki stok yang memadai untuk memenuhi kebutuhan industri pakan maupun peternak mandiri.

"Saat ini kami punya stok yang cukup. Jika sewaktu-waktu pemerintah memberikan penugasan untuk menyalurkan jagung SPHP, kami sudah siap. Ini adalah bagian dari peran Bulog dalam menjaga ekosistem pangan dari hulu ke hilir," ujarnya.

Ketersediaan stok jagung yang stabil di gudang Bulog menjadi sangat krusial, mengingat jagung merupakan komponen utama dalam produksi pakan ternak.

Dengan terjaganya harga jagung, diharapkan harga komoditas lain seperti daging ayam dan telur di Sumut tetap terkendali, terutama pada masa permintaan tinggi pasca-Lebaran nanti. (hm25)


BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN