Friday, June 5, 2026
home_banner_first
EKONOMI

Bulog Sumut Optimis Serapan Gabah Petani Naik 17 Persen, Targetkan Stok Melimpah di Musim Panen Juni

Mistar.idSelasa, 5 Mei 2026 11.54
journalist-avatar-top
AA
bulog_sumut_optimis_serapan_gabah_petani_naik_17_persen_targetkan_stok_melimpah_di_musim_panen_juni

Pinwil Bulog Sumut, Budi Cahyanto, saat memberikan keterangan terkait progres serapan gabah petani lokal. (Foto: Amita/mistar)

news_banner

Medan, MISTAR.ID

Pemimpin Wilayah (Pinwil) Bulog Sumatera Utara (Sumut), Budi Cahyanto, melaporkan capaian positif terkait serapan gabah dan beras petani lokal pada awal tahun 2026. Dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun lalu, angka serapan Bulog Sumut tercatat mengalami kenaikan signifikan antara 16 hingga 17 persen.

Hingga awal Mei ini, Bulog Sumut telah berhasil menyerap hampir 40.000 ton gabah atau setara dengan 20.000 ton beras yang berasal langsung dari petani di wilayah Sumatera Utara.

Budi menjelaskan kenaikan serapan ini dipicu oleh musim tanam dan panen di Sumatera Utara yang cenderung lebih awal dibandingkan wilayah lain di Indonesia.

"Kalau kita bandingkan dengan tahun lalu, serapan kita naik sekitar 16 sampai 17 persen. Hingga Januari kemarin sampai sekarang, serapan sudah hampir 40.000 ton gabah. Padahal di periode yang sama tahun lalu baru sekitar 14.000 ton beras. Ini pencapaian yang luar biasa," kata Budi, Selasa (5/5/2026).

Lumbung pangan utama seperti Kabupaten Langkat dan Deli Serdang masih menjadi kontributor terbesar bagi pasokan beras Bulog di Sumatera Utara.

Meskipun ancaman fenomena El Nino menghantui sektor pertanian nasional, Budi optimis dampaknya di Sumatera Utara tidak akan separah wilayah lain. Hal ini dikarenakan pola curah hujan di Sumut yang relatif lebih terjaga sejak akhir tahun lalu.

"Sumatera Utara selalu punya musim lebih awal. Saat daerah lain mulai agak kering, di sini curah hujan masih baik. Saya optimis pertanaman kita juga baik, kelihatannya dampak El Nino di Sumut tidak terlalu parah," ujarnya.

Meski serapan saat ini sedikit menyusut seiring berakhirnya siklus panen awal tahun, Bulog telah memasang kuda-kuda untuk melakukan aksi borong gabah petani pada musim panen berikutnya.

"Nanti di bulan Juni dan Juli akan panen lagi. Kami akan terus upayakan serapan maksimal di saat itu agar stok kita tetap kuat menghadapi sisa tahun 2026," ucap Budi.

Optimalisasi serapan gabah lokal ini diharapkan tidak hanya memperkuat cadangan pangan pemerintah (CPP), tetapi juga mampu menjaga kestabilan harga gabah di tingkat petani agar tidak anjlok saat musim panen raya tiba.

BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN