24.6 C
New York
Friday, June 21, 2024

BPJamsostek Targetkan Investasi Rp55,04 Triliun di Tahun 2024

Padangsidimpuan, MISTAR.ID

BPJS Ketenagakerjaan (BPJamsostek) menargetkan investasi sebesar Rp55.04 triliun di tahun 2024. Kepala BP Jamsostek Padangsidimpuan Cabang Padangsidimpuan, Eris Aprianto, mengatakan, hingga kuartal 1 tahun 2024, BP Jamsostek sudah membukukan investasi sebesar Rp12,31 triliun.

“BPJS Ketenagakerjaan optimis, hasil Investasi tahun 2024 akan lebih besar dari tahun 2023. Kita optimis mampu mencapai target investasi 2024 yang mencapai Rp55,04 triliun,” kata Eris Aprianto, Selasa (30/4/24).

Sebagaimana diungkapkan Deputi Komunikasi BPJS Ketenagakerjaan Pusat, lanjut Eris, capaian investasi sebesar Rp12,31 triliun pada kuartal 1 tahun 2024 tersebut, setara dengan 22,36% dari total target yang telah ditetapkan pada tahun 2024.

Baca juga: Melalui Program BPJS Ketenagakerjaan Raih Perlindungan Dasar Jaminan Kematian dan Kecelakaan Kerja

Target capaian investasi BPJS Ketenagakerjaan pada tahun 2024 sebesar Rp 55,04 triliun. Target itu naik Rp 8.03 Triliun jika dibandingkan dengan capaian pada tahun 2023.

“Porsi instrumen investasi terbesar perusahaan berada pada obligasi dengan porsi di atas 70%,” katanya.

Eris menegaskan, bahwa Deputi Komunikasi BPJS Ketenagakerjaan telah menyampaikan hasil Investasi Jaminan Hari Tua (JHT) per Maret 2024 sebesar Rp 7,79 triliun. Adapun hasil investasi Program Jaminan Pensiun sebesar Rp 2,79 triliun per Maret 2024.

“Secara keseluruhan, mereka mengeklaim hasil investasi untuk program JHT dan Jaminan Pensiun mengalami peningkatan. Selain itu, Deputi Komunikasi BPJS Ketenagakerjaan menyatakan total dana kelolaan pada kuartal I-2024 senilai Rp 728,39 triliun,” ujar Eris.

Ia mengungkapkan, hasil investasi BPJS Ketenagakerjaan pada 2023 sebesar Rp 47,07 triliun. Nilai itu tumbuh sebesar 17% Year on Year (YoY), dibandingkan 2022 yang sebesar Rp 40,23 triliun.

Baca juga: Pembayaran Manfaat Hingga Maret 2024 Tembus Rp365 Milyar, BPJS Ketenagakerjaan Komit Beri Manfaat Jaminan Sosial Ketenagakerjaan Kepada Pekerja Sumut

Surat utang atau obligasi masih menjadi instrumen dengan alokasi penempatan terbesar pada 2023, yaitu Rp 513,4 triliun atau 72,22% dari total dana investasi.

Investasi yang dilakukan BPJS Ketenagakerjaan, lanjut Eris, selalu mengutamakan prinsip kehati-hatian (pruden) karena ini merupakan amanah para pekerja bagi BPJamsostek.

“Kepercayaan ini harus dijaga sehingga manfaat yang diterima oleh pekerja bisa benar-benar maksimal,” Tutup Eris. (rel/hm22)

Related Articles

Latest Articles