Friday, August 28, 2026
home_banner_first
EKONOMI

Bitcoin Tembus US$80.000, Ini Penyebabnya

Mistar.idJumat, 28 Agustus 2026 pukul 09.25 WIB
bitcoin_tembus_us80000_ini_penyebabnya

Ilustrasi. (Foto: Investor.id)

news_banner

Jakarta, MISTAR.ID - Harga Bitcoin (BTC) menembus level US$80.000 pada 25 Agustus 2026, naik dari posisi US$64.000 pada 17 Agustus 2026. Penguatan tersebut didorong perubahan sentimen makro global dan meningkatnya arus dana ke Exchange Traded Fund (ETF) spot Bitcoin.

Chief Marketing Officer INDODAX Aloysia Dian mengatakan kenaikan Bitcoin kali ini tidak hanya menunjukkan penguatan harga dalam jangka pendek, tetapi juga mencerminkan perubahan sentimen pasar yang terlihat dari sejumlah indikator.

"Momentum Bitcoin dalam beberapa hari terakhir menunjukkan perubahan sentimen yang cukup signifikan. Penguatan harga berjalan bersamaan dengan meningkatnya permintaan melalui ETF spot Bitcoin dan membaiknya kondisi pasar. Namun, kenaikan yang berlangsung cepat tetap perlu diimbangi dengan disiplin dalam mengelola risiko," ujar Aloysia dalam keterangannya, dikutip Jumat (28/8/2026).

Salah satu faktor makro yang menjadi perhatian pasar adalah kebijakan Treasury Amerika Serikat (AS) untuk membeli kembali sebagian surat utang pemerintah. Kebijakan tersebut merupakan bagian dari upaya menjaga likuiditas dan mendukung kelancaran perdagangan.

Departemen Keuangan AS meningkatkan pembelian kembali obligasi pemerintah jangka panjang. Langkah tersebut sempat menekan imbal hasil (yield) obligasi dan kembali mendorong minat terhadap aset berisiko, termasuk aset kripto.

Dari sisi permintaan, ETF spot Bitcoin di AS juga kembali mencatat arus dana positif. Berdasarkan data SoSoValue, ETF Bitcoin spot mencatat net inflow sekitar US$2,57 miliar sepanjang periode 17-25 Agustus 2026.

Sementara itu, CryptoQuant mencatat Bull Score Bitcoin meningkat dari 30 menjadi 80 dalam sepekan. Kenaikan tersebut menunjukkan meningkatnya optimisme dan selera risiko pelaku pasar.

Setelah bergerak relatif terbatas pada awal Agustus, Bitcoin mulai mengalami akselerasi pada 19 Agustus dan naik lebih dari 20% dalam tiga hari. Penguatan tersebut turut diperkuat aksi short squeeze hingga membawa Bitcoin menembus level US$80.000 pada 25 Agustus.

Aloysia mengatakan arus dana ETF menjadi salah satu indikator bahwa permintaan terhadap Bitcoin kembali menguat. Menurutnya, momentum pasar menjadi semakin kuat ketika peningkatan permintaan berjalan bersamaan dengan kenaikan harga.

"Arus dana ETF menjadi salah satu indikator bahwa permintaan terhadap Bitcoin kembali menguat. Ketika peningkatan permintaan tersebut berjalan bersamaan dengan kenaikan harga, momentum pasar menjadi lebih kuat," katanya.

Meski demikian, ia mengingatkan investor tetap memperhatikan risiko volatilitas karena sentimen pasar telah berada di area optimistis.

Aloysia menyarankan trader jangka pendek mengevaluasi ukuran posisi dan batas risiko. Sementara itu, investor jangka panjang dapat mempertimbangkan pendekatan investasi secara bertahap agar keputusan tidak semata-mata didorong kenaikan harga.

"Momentum bullish tidak selalu bergerak dalam satu arah. Fokus investor sebaiknya bukan mengejar harga atau menebak titik tertinggi, tetapi memahami faktor yang menggerakkan pasar dan memiliki rencana menghadapi berbagai skenario," ujarnya. (hm25/detikcom)




BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN