Monday, October 19, 2026
home_banner_first
EKONOMI

ADB Kucurkan US$650 Juta untuk Perkuat Pasar Keuangan Indonesia

Mistar.idSenin, 19 Oktober 2026 pukul 20.02 WIB
adb_kucurkan_us650_juta_untuk_perkuat_pasar_keuangan_indonesia

ADB. (Foto: Shutterstock)

Jakarta, MISTAR.ID – Asian Development Bank (ADB) menyetujui pembiayaan sebesar US$650 juta untuk mendukung reformasi pasar keuangan Indonesia.

Dana tersebut merupakan bagian dari subprogram pertama Financial Market Deepening Program yang ditujukan untuk memperdalam pasar modal, memodernisasi layanan keuangan digital, serta memperluas pembiayaan berkelanjutan.

Program ini mencakup tiga bidang utama, yakni peningkatan efisiensi pasar keuangan, pengembangan layanan digital yang aman dan inovatif, serta mobilisasi modal swasta untuk mendukung proyek ramah lingkungan.

Pada sektor pasar modal, reformasi diarahkan untuk meningkatkan likuiditas, transparansi, dan partisipasi investor. Upaya tersebut dilakukan melalui dukungan terhadap aktivitas peminjaman efek (securities lending), penyediaan likuiditas, serta pengembangan pasar obligasi.

Sementara itu, penguatan ekosistem keuangan digital mencakup penyusunan kerangka regulasi aset digital yang lebih kokoh, peningkatan standar keamanan siber, dan penguatan perlindungan konsumen.

Untuk pembiayaan berkelanjutan dan transisi, program ini akan mendorong penguatan regulasi serta infrastruktur pasar, memperluas taksonomi keuangan berkelanjutan, meningkatkan penyaluran kredit hijau, dan mengurangi hambatan penerbitan instrumen keuangan berkelanjutan.

Direktur ADB untuk Indonesia, Bobur Alimov, mengatakan kemudahan akses pembiayaan dapat membantu pelaku usaha mengembangkan bisnis sekaligus membuka lapangan kerja.

"Ketika masyarakat dapat menggunakan layanan keuangan digital dengan aman, mereka memiliki peluang yang lebih besar untuk menabung dan membangun masa depan mereka. Program ini akan semakin memperkuat sistem keuangan Indonesia sehingga terus memenuhi kebutuhan masyarakat sekaligus menarik investasi untuk pembangunan berkelanjutan," ujarnya, Senin (19/10/2026), dilansir dari CNBC Indonesia.

Dukungan tersebut diberikan di tengah upaya Indonesia memperdalam pasar modal dan memperkuat ketahanan sistem keuangan. Pemerintah juga berupaya mengurangi ketergantungan terhadap pembiayaan perbankan dengan membuka lebih banyak sumber pendanaan bagi dunia usaha dan pembangunan ekonomi.

Pada 2025, kapitalisasi pasar saham Indonesia tercatat sebesar 66,4 persen dari produk domestik bruto (PDB). Angka tersebut menunjukkan masih terdapat ruang untuk mengembangkan pasar modal dan memperluas keterlibatan investor.

Subprogram pertama ini melanjutkan dukungan jangka panjang ADB terhadap sektor keuangan Indonesia, termasuk melalui Financial Market Development and Inclusion Program serta Promoting Innovative Financial Inclusion Program.

Program tersebut juga sejalan dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2025-2029 dan Visi Indonesia Emas 2045. ADB menyatakan dukungannya menjadi bagian dari upaya memperkuat pengembangan pasar keuangan di Indonesia dan kawasan ASEAN. (cnbc)



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN