Usung Inovasi Mitigasi Banjir, Mahasiswa USU Raih Juara NUNI Student Camp 2026

Mahasiswa USU meraih Juara I dalam kegiatan Nationwide University Network in Indonesia (NUNI) Student Camp 2026. (foto: Humas USU/Mistar)
Medan, MISTAR.ID - Inovasi perlindungan tanggul berbahan sabut kelapa mengantarkan mahasiswa Universitas Sumatera Utara (USU) meraih Juara I kategori Presentasi Grup Terbaik pada Kompetisi Proyek Inovasi Mahasiswa NUNI Student Camp 2026. Gagasan bertajuk CocoShield tersebut menawarkan pendekatan ramah lingkungan untuk memitigasi risiko banjir di Kabupaten Aceh Tamiang.
NUNI Student Camp 2026 berlangsung pada 10-14 Oktober 2026 dengan rangkaian kegiatan di Universitas Surabaya (Ubaya), Universitas Kristen Petra, serta Ubaya Training Center (UTC), Trawas, Mojokerto, Jawa Timur. Kegiatan tahunan yang diikuti perwakilan dari 18 perguruan tinggi ini mengusung tema Driving Sustainable Development Goals (SDGs): Shaping Sustainable Urban Village, Healthy Living and Green Innovation for Resilient Communities.
Penghargaan tersebut diraih kelompok kerja lintas kampus yang diwakili Wakil Ketua BEM USU, Siti Maryani Saragih, bersama enam mahasiswa dari perguruan tinggi anggota NUNI lainnya. Mereka mempresentasikan gagasan bertajuk “CocoShield: Perlindungan Tanggul Berbasis Sabut Kelapa dan Partisipasi Masyarakat untuk Mitigasi Risiko Banjir di Kabupaten Aceh Tamiang”.
CocoShield memanfaatkan potensi sabut kelapa lokal yang diolah menjadi jaring pelindung tanggul ramah lingkungan. Proses pengolahannya meliputi pengumpulan dan pengeringan sabut kelapa, pemisahan serat, pemintalan, hingga penganyaman menjadi jaring yang dapat dikembangkan lebih lanjut.
Selain menawarkan inovasi material, gagasan tersebut juga mengusulkan program Regu Jaga Tanggul yang melibatkan masyarakat setempat dalam pemeliharaan tanggul secara berkala.
“Dengan demikian, masyarakat tidak hanya sebagai penerima manfaat, tetapi juga menjadi bagian dari upaya mitigasi,” kata Siti, Kamis (15/10/2026).
Berdasarkan kalkulasi awal menggunakan pendekatan Social Return on Investment (SROI), rancangan CocoShield diperkirakan memiliki nilai SROI sebesar 131,24. Artinya, setiap Rp1 investasi berpotensi menghasilkan manfaat sosial senilai Rp131,24 berdasarkan perhitungan tersebut.
Siti berharap gagasan CocoShield tidak berhenti pada tahap kompetisi, tetapi dapat ditindaklanjuti melalui pengujian dan kolaborasi dengan pemerintah serta pihak penanggulangan bencana di Aceh Tamiang.
Dukungan terhadap mahasiswa USU juga diberikan Wakil Rektor Bidang Akademik, Kemahasiswaan dan Alumni USU, Prof. Poppy Anjelisa Zaitun Hasibuan, yang mendampingi langsung mahasiswa selama kegiatan.
Ia menegaskan, forum lintas kampus menjadi wadah penting bagi mahasiswa untuk mengasah pemikiran kritis dan melahirkan solusi inovatif terhadap persoalan nyata di masyarakat.
“Dalam kompetisi seperti ini, mahasiswa juga berkesempatan melihat persoalan langsung, bertukar pandangan dengan mahasiswa dari perguruan tinggi lain dan mengembangkan solusi berdasarkan ilmu yang mereka miliki,” ucapnya.
Adapun anggota kelompok inovasi CocoShield terdiri dari Siti Maryani Saragih (USU), Vincent Lin (Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya), Kenneth Nathanael Timothy Punuh (Universitas Kristen Satya Wacana), Velencia Hiu (Universitas Sanata Dharma), Laura Marcella Pratama (Universitas Bina Nusantara), Aileen Clarissa Prasetia (Universitas Kristen Petra Surabaya), dan Farid Iqbal Hidayat (Politeknik Ubaya). (*)





















































