STT HKBP Pematangsiantar Akan Wisuda 136 Lulusan Setelah Meraih Akreditasi Unggul

Badan Pengurus Harian menyampaikan jadwal wisuda STT HKBP. (Foto: Patiar/Mistar)
Pematangsiantar, MISTAR.ID - Sekolah Tinggi Teologi (STT) HKBP Kota Pematangsiantar akan mewisuda 136 lulusan pada 16 Oktober 2026. Wisuda akan berlangsung di HKBP Siantar Kota, Ressort Siantar Kota, Distrik V Sumatra Timur.
Wisuda tahun ini menjadi yang pertama setelah STT HKBP meraih akreditasi unggul. Capaian tersebut didukung oleh tenaga pengajar yang terdiri atas 21 dosen, termasuk lima lektor kepala, 13 lektor, dan dua asisten ahli. Dari jumlah tersebut, sembilan dosen telah memiliki sertifikasi dosen (Serdos).
Para lulusan yang akan diwisuda terdiri atas 84 lulusan program studi Sarjana Teologi (S-1) dan 52 lulusan program studi Magister Teologi (S-2). Sesuai dengan ketentuan yang berlaku di Indonesia, seluruh lulusan telah menerima ijazah dengan Penomoran Ijazah Nasional (PIN).
Sementara itu, sebanyak 51 lulusan program magister tahun ini berasal dari jemaat HKBP dan satu orang dari gereja non-HKBP. Adapun lulusan program sarjana terdiri atas 75 orang dari HKBP dan sembilan orang dari gereja non-HKBP.
Pihak STT HKBP berharap para lulusan mampu menjadi sumber daya manusia yang unggul, beriman, berilmu, berkarakter, serta berkontribusi dalam menjawab kebutuhan bangsa, khususnya dalam pelayanan gereja dan kehidupan bermasyarakat.
“Melalui wisuda ini, kita berharap para lulusan menjadi pribadi yang unggul dan beriman, berilmu, berkarakter, serta mampu mengisi berbagai bidang pekerjaan sesuai dengan kebutuhan bangsa,” demikian disampaikan Ketua Badan Pengurus Harian (BPH), Pdt. Morhan Doloksaribu, M.Th., didampingi Sekretaris BPH, Pdt. Julius Simaremare, M.Th., Bendahara BPH, Pdt. Dr. Benny Sinaga, dan Koordinator Seksi Humas, Publikasi, Informasi, dan Dokumentasi, Pdt. Dr. Mery Simarmata, Selasa (13/10/2026).
STT HKBP juga mengundang gereja-gereja di luar HKBP untuk menghadiri wisuda tersebut. Hal ini sejalan dengan komitmen kampus yang membuka kesempatan pendidikan teologi bagi mahasiswa dari berbagai denominasi gereja.
“Kita juga mengundang gereja-gereja tetangga karena kampus ini dibuka bukan hanya untuk jemaat HKBP, tetapi bagi jemaat gereja lain yang ingin belajar tentang teologi,” ujar Pdt. Julius Simaremare.
Pihak kampus menyatakan sukacita atas keberhasilan para mahasiswa menyelesaikan pendidikan mereka. Para lulusan diharapkan dapat membawa sukacita sekaligus memberikan kontribusi nyata bagi gereja dan masyarakat.
Selama ini, sejumlah gereja yang memiliki tradisi atau aliran sejalan dengan HKBP turut mengirimkan warga jemaat untuk menempuh pendidikan di STT HKBP. Setelah menyelesaikan studi, para lulusan akan melayani di gereja asal masing-masing atau di lembaga lain. Profil dan kiprah para lulusan juga menjadi salah satu aspek yang mencerminkan kualitas pendidikan institusi.
Selain menjadi pelayan gereja, lulusan STT HKBP memiliki peluang untuk berkiprah di berbagai bidang, antara lain sebagai guru, aparatur sipil negara (ASN), politikus, dan profesi lainnya. Banyak pula lulusan STT HKBP yang berkiprah dalam gerakan oikumene, baik di tingkat regional, nasional, maupun internasional.
Dengan demikian, pendidikan yang diberikan tidak hanya bertujuan memenuhi kebutuhan pelayanan gerejawi, tetapi juga mendorong para lulusan untuk memberikan dampak positif bagi masyarakat luas.
Seleksi Penerimaan Mahasiswa Baru Sangat Ketat
STT HKBP terus membuka kesempatan bagi masyarakat yang ingin menempuh pendidikan teologi. Namun, penerimaan mahasiswa baru dilakukan dengan kuota terbatas. Pada tahun ini, jumlah mahasiswa yang diterima sebanyak 120 orang untuk HKBP dan 11 orang untuk non-HKBP, yakni GKPI, GKPPD, GPP (Gereja Protestan Persekutuan), dan GKLI (Gereja Kristen Luther Indonesia).
“Seleksi penerimaan mahasiswa dilakukan secara ketat. Sementara itu, jumlah calon mahasiswa yang mendaftar jauh lebih banyak daripada kuota yang tersedia,” jelasnya.
Jumlah pendaftar tahun ini mencapai 407 orang. Mengenai kuota tersebut, STT HKBP selalu berkonsultasi dengan Yayasan STT HKBP dan gereja-gereja pengutus.
“Pada tahun ini, jumlah mahasiswa yang diterima adalah 120 orang untuk HKBP dan 11 orang untuk non-HKBP (GKPI, GKPPD, GPP-Gereja Protestan Persekutuan, dan GKLI-Gereja Kristen Luther Indonesia),” ujar Mery Simarmata.
Mengusung Tema Kerendahan Hati, Keadilan, dan Belas Kasih
Sebelumnya, Pdt. Mery Simarmata menjelaskan bahwa wisuda tahun ini mengusung tema “Berjalan dengan Kerendahan Hati di Hadapan Tuhan”, yang merujuk pada Mikha 6:8, dengan subtema “Wisudawan/wati STT HKBP Diutus untuk Menegakkan Keadilan, Menghidupi Belas Kasih, dan Melayani dengan Rendah Hati.”
Rangkaian acara akan diawali dengan ibadah. Setelah ibadah, Ketua STT HKBP akan menyampaikan orasi ilmiah sesuai dengan tema dan subtema wisuda tahun ini.
Tema tersebut selaras dengan peta jalan penelitian STT HKBP yang menekankan nilai-nilai keadilan dan perdamaian. Melalui tema ini, para wisudawan diharapkan mampu menerapkan nilai-nilai tersebut dalam kehidupan bergereja dan bermasyarakat, serta menjalankan tanggung jawab pelayanan dengan penuh kerendahan hati.
Wisuda ini direncanakan dihadiri oleh Pengurus Yayasan STT HKBP, pimpinan HKBP, pemerintah daerah, para pimpinan sinode gereja, serta mitra kerja STT HKBP, termasuk Kementerian Agama dan Bimas Kristen.
Pihak kampus juga mengundang para pimpinan gereja. Selain itu, terdapat kemungkinan kehadiran perwakilan Kementerian HAM sebagai narasumber yang akan menyampaikan perspektif mengenai keadilan dan perdamaian.
Melalui pelaksanaan wisuda ini, STT HKBP berharap para lulusan tidak hanya unggul secara akademis, tetapi juga memiliki karakter yang kuat, menjunjung tinggi keadilan dan belas kasih, serta mampu menghadirkan perdamaian dan memberikan kontribusi nyata bagi gereja, bangsa, dan masyarakat. (hm25)






















































