Permainan Papan Bisa Mengasah Kemampuan Berhitung Anak

Permainan Papan. (Foto: Shutterstock)
Jakarta, MISTAR.ID
Selain menjadi sarana hiburan, permainan papan ternyata juga berkontribusi dalam mengasah kemampuan berhitung anak. Riset terbaru dari University of Oregon mengungkap bahwa board game bernomor, seperti ular tangga atau permainan papan angka lainnya, dapat membantu meningkatkan kemampuan matematika dasar pada anak usia dini.
Mengutip Phys.org, Selasa (20/1/2026), studi yang dilakukan oleh HEDCO Institute for Evidence-Based Educational Practice menemukan bahwa sesi bermain singkat—bahkan hanya sekitar 10 menit—sudah mampu memberikan dampak positif jangka panjang bagi keterampilan numerasi anak prasekolah hingga siswa kelas dua sekolah dasar.
“Temuan ini memperlihatkan bahwa bermain permainan papan bernomor dalam waktu singkat dapat memperkuat kemampuan matematika dasar, mulai dari menghitung, mengenali angka, hingga memahami konsep jumlah,” ujar Gena Nelson dari Center on Teaching and Learning, University of Oregon.
Dalam penelitian tersebut, para peneliti melakukan meta-analisis terhadap 18 studi yang membahas hubungan antara permainan papan bernomor dan kemampuan matematika anak PAUD hingga kelas dua SD.
Hasil analisis menunjukkan adanya peluang sebesar 76 persen bahwa anak-anak yang rutin memainkan permainan papan bernomor mengalami peningkatan kemampuan numerasi. Numerasi sendiri merujuk pada kecakapan anak dalam memahami, menggunakan, dan menerapkan angka dalam kehidupan sehari-hari.
Kemampuan ini mencakup keterampilan menghitung secara berurutan, menghitung objek satu per satu tanpa terlewat, serta memahami bahwa angka terakhir yang disebut mewakili jumlah keseluruhan benda dalam suatu kelompok.
“Kami tertarik mengkaji topik ini karena kemampuan matematika di usia dini merupakan indikator kuat keberhasilan akademik anak di masa depan. Selain itu, permainan papan bernomor mudah diakses dan relatif terjangkau,” kata Nelson.
Studi ini juga menekankan bahwa permainan papan bisa menjadi alternatif kegiatan edukatif yang ringan dan praktis, baik bagi guru di sekolah maupun orang tua di rumah.
Ramah untuk Semua Anak, Termasuk Anak Berkebutuhan Khusus
Peneliti lain dalam tim tersebut, Marah Sutherland, menyampaikan bahwa hasil kajian ini turut dimanfaatkan untuk merancang permainan matematika bagi anak-anak penyandang disabilitas usia 3 hingga 5 tahun.
“Kami menguji berbagai media, mulai dari permainan angka, buku cerita bertema matematika, hingga panduan percakapan yang dapat digunakan orang tua saat mendampingi anak disabilitas di rumah,” ucap Sutherland.
Menurutnya, aktivitas matematika sebaiknya fleksibel dan mudah disesuaikan dengan kemampuan masing-masing anak. Penyesuaian tersebut bisa berupa tingkat kesulitan yang beragam, serta tantangan tambahan yang bersifat opsional.
Permainan yang dikembangkan juga dilengkapi narasi cerita dan percakapan edukatif untuk membantu anak memahami konsep angka secara lebih kontekstual. Respons dari para orang tua pun cenderung positif karena aktivitas ini dinilai sederhana, mudah diterapkan, dan menyenangkan bagi anak dengan beragam kebutuhan belajar.
Beberapa contoh permainan yang direkomendasikan dalam laporan ini antara lain The Great Race dari Early Childhood Interaction Lab Universitas Maryland, serta berbagai materi dari DREME Family Math dan Center for Family Math.
Adapun hasil lengkap penelitian ini telah dipublikasikan dalam jurnal Review of Educational Research pada 17 November 2025 dengan judul “Investigating Main Effects and Moderators of Linear Number Board Games: A Meta-Analytic Review”. (hm20)























