Mahasiswa FKM USU Torehkan 20 Prestasi Lewat Inovasi Teknologi Lintas Bidang

Mahasiswa FKM USUangkatan 2022, Ronny. (foto: Dok Pribadi/Mistar)
Medan, MISTAR.ID - Ronny, mahasiswa Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Sumatera Utara (FKM USU) angkatan 2022, aktif merancang berbagai gagasan inovasi berbasis teknologi lintas bidang untuk menjawab sejumlah persoalan mulai dari pelestarian bangunan bersejarah, keselamatan transportasi, hingga pencegahan penyakit.
Meski berlatar belakang pendidikan kesehatan masyarakat, mahasiswa berusia 23 tahun itu tidak membatasi ruang eksplorasinya dalam mempelajari bidang sains dan teknologi lain sejak mulai mengikuti kompetisi karya tulis ilmiah pada semester empat.
“Justru dengan mengeksplorasi bidang lainnya, saya dapat memperluas sudut pandang dalam memahami berbagai permasalahan dan mencari kemungkinan solusinya,” ujarnya, Selasa (20/10/2026).
Ronny pernah mengembangkan karya inovasi bernama SMART-TILT yang merupakan gagasan pemantauan kesehatan struktur bangunan bersejarah di wilayah rawan gempa dengan mengintegrasikan digital twin, sensor Internet of Things (IoT), dan machine learning. Karya ini berhasil membawanya meraih 1st Runner-Up International Paper Innovation Contest Universitas Diponegoro 2026.
Selain itu, ia turut ambil bagian dalam pengembangan PROOF WAY. Inovasi ini memiliki konsep pemetaan dinamis titik rawan kecelakaan yang mengkombinasikan Sistem Informasi Geografis (SIG), blockchain dan machine learning untuk meningkatkan keselamatan transportasi.
Inovasi yang menawarkan pendekatan berbasis data untuk membantu pengelolaan informasi terkait lokasi dan kondisi jalan ini pun berhasil menyabet Juara 1 Lomba Karya Tulis Ilmiah Smart & Safety Competition (Sasecom) FKM Universitas Diponegoro 2026.
Ronny juga melakukan eksplorasi pemanfaatan teknologi dalam isu kesehatan lewat Climate Health Sentinel. Karya tim yang berhasil meraih Juara 3 Scientific Paper ENVIFAIR FKM Universitas Indonesia 2025 ini, menghasilkan sistem prediksi wabah demam berdarah dengue (DBD) yang memadukan big data satelit, jaringan sensor IoT, dan digital footprint.
“Pengembangan suatu karya ilmiah tidak boleh hanya berhenti sebatas ide saja, namun proses riset mendalam, pemahaman atas persoalan, pengumpulan referensi dan penyusunan komponen teknologi logis menjadi kunci utama dalam membentuk sebuah gagasan ilmiah,” tutur mahasiswa yang tengah menunggu jadwal sidang tersebut.
Sampai saat ini, Ronny sudah mengoleksi lebih dari 20 prestasi yang diraihnya dari kompetisi karya ilmiah, termasuk sejumlah penghargaan dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia.
Ia juga menambahkan, inovasi-inovasi tersebut masih berada pada tahap pengembangan karya tulis ilmiah. Kendati demikian, Ronny berharap gagasan-gagasan ini ke depannya dapat direalisasikan secara nyata untuk memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.
“Bagi saya, karya ilmiah bukan hanya tentang penghargaan, tetapi juga ruang untuk terus belajar, mengeksplorasi ilmu dan mengembangan ide serta gagasan yang relevan dengan kebutuhan masyarakat,” katanya.
Ronny juga berharap karya-karyanya dapat menjadi bukti bahwa latar belakang kesehatan masyarakat tidak menjadi batasan untuk mengeksplor bidang ilmu lainnya. “Kolaborasi, rasa ingin tahu dan kemauan untuk terus belajar merupakan kunci pengembangan inovasi yang bermanfaat bagi masyarakat luas,” ucapnya.




































