Friday, July 17, 2026
home_banner_first
EDUKASI

Kuota Magang Nasional 2026 Naik Jadi 150 Ribu Peserta, Uang Saku Setara UMK-UMP Ditanggung APBN

Mistar.idJumat, 29 Mei 2026 pukul 08.12 WIB
kuota_magang_nasional_2026_naik_jadi_150_ribu_peserta_uang_saku_setara_umkump_ditanggung_apbn

Ilutrasi. (foto: istimewa/mistar)

news_banner

Jakarta, MISTAR.ID

Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker) kembali memperkuat upaya menekan angka pengangguran melalui Program Magang Nasional 2026. Program ini difokuskan untuk membantu lulusan baru memperoleh pengalaman kerja langsung di dunia industri.

Menteri Ketenagakerjaan, Yassierli, mengumumkan kuota Program Magang Nasional angkatan kedua tahun 2026 meningkat menjadi 150 ribu peserta. Jumlah tersebut lebih besar dibandingkan tahun sebelumnya yang hanya mencapai 100 ribu peserta.

“Alhamdulillah, atas arahan Presiden bersama Menko Perekonomian, Menteri Keuangan, Menteri Sekretaris Negara, dan Sekretaris Kabinet, pemerintah memutuskan menambah kuota angkatan kedua tahun 2026 menjadi 150 ribu peserta,” ujar Yassierli melalui akun Instagram resminya dilihat, Jumat (29/5/2026).

Sebelumnya, batch kedua angkatan pertama telah selesai dilaksanakan. Total peserta yang menyelesaikan program dari batch pertama dan kedua mencapai 78 ribu orang, sementara batch ketiga masih berjalan.

Pada pelaksanaan tahun 2026, pemerintah menghadirkan sejumlah perubahan penting yang lebih berpihak kepada peserta. Salah satunya terkait standar kesejahteraan peserta dan kepastian pendanaan program.

Peserta magang nantinya akan menerima uang saku sesuai standar Upah Minimum Kabupaten/Kota (UMK) atau Upah Minimum Provinsi (UMP) di wilayah perusahaan tempat mereka magang. Seluruh biaya uang saku tersebut akan ditanggung penuh oleh pemerintah melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

Kebijakan ini diharapkan membuat perusahaan mitra dapat lebih fokus memberikan pelatihan dan pengalaman kerja berkualitas tanpa terbebani biaya tambahan. Program Magang Nasional 2026 juga diprioritaskan bagi fresh graduate yang lulus dalam kurun satu tahun terakhir agar dapat mempercepat penyerapan tenaga kerja muda.

Pemerintah menargetkan batch pertama dimulai pada Juli 2026 dengan kuota awal sebanyak 50 ribu peserta. Saat ini, Kemenaker tengah mempersiapkan perusahaan mitra untuk membuka dan mengunggah lowongan magang.

Setelah lowongan tersedia, peserta dapat memilih posisi sesuai minat dan kemampuan masing-masing sebelum mengikuti proses seleksi hingga penempatan.

Meski pendanaan ditanggung pemerintah, perusahaan mitra tetap memiliki tanggung jawab dalam memberikan pembinaan kepada peserta. Perusahaan diharapkan menyediakan mentor profesional, melakukan evaluasi berkala, serta memberikan sertifikat kompetensi kepada peserta yang menyelesaikan program dengan baik.

Ke depan, pemerintah juga membuka peluang penerapan skema co-funding atau pendanaan bersama dengan perusahaan agar keberlanjutan program semakin kuat.

Program Magang Nasional 2026 diharapkan menjadi sarana bagi generasi muda untuk meningkatkan keterampilan sekaligus mempersiapkan diri menghadapi persaingan kerja yang semakin kompetitif.



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN