Friday, June 5, 2026
home_banner_first
BUDAYA

Sambut Ramadan, Tradisi Megang Puasa dan Mandi Belimau Digelar di Medan

Mistar.idKamis, 12 Februari 2026 14.36
journalist-avatar-top
RF
sambut_ramadan_tradisi_megang_puasa_dan_mandi_belimau_digelar_di_medan

Kabid Kebudayaan Kota Medan, OK Zulfani Anhar. (foto:istimewa/mistar)

news_banner

Medan, MISTAR.ID

Berbagai tradisi dilakukan masyarakat dalam menyambut datangnya Bulan Suci Ramadan. Pawai obor menjadi kegiatan yang selalu kita lihat saat bulan turunnya Al-Qur’an itu datang.

Tak kalah menarik adalah tradisi masyarakat Melayu. Menjelang Bulan Ramadan, kegiatan kebudayaan seperti Megang Puasa dan Mandi Belimau menjadi tradisi yang selalu dilakukan.

“Kedua tradisi ini memiliki makna simbolis yang mendalam dan menjadi bagian penting dalam menjaga identitas budaya Melayu. Ini juga bentuk sukacita sekaligus persiapan lahir dan batin menyambut Bulan Suci Ramadan,” ucap Kabid Kebudayaan Kota Medan, OK Zulfani Anhar, kepada Mistar, Kamis (12/2/2026).

Dijelaskan OK, Megang Puasa merupakan kegiatan makan bersama yang biasanya dilakukan dengan keluarga besar dan kerabat.

“Kegiatan ini mencerminkan nilai kebersamaan dan kekeluargaan dalam masyarakat Melayu. Ini juga menjadi momen mempererat silaturahmi, saling memaafkan, dan memperbaiki hubungan antarsesama,” ujarnya.

Sementara Mandi Belimau, kata OK, adalah tradisi mandi dengan menggunakan air bercampur jeruk limau dan wangi-wangian.

“Tradisi ini memiliki makna simbolis sebagai bentuk pembersihan diri secara lahir dan batin. Air limau dipercaya memiliki khasiat menyegarkan tubuh dan memberikan keharuman yang melambangkan kesucian dan kebersihan hati. Biasanya dilakukan di laut, sungai, atau tempat-tempat yang dianggap suci,” katanya.

OK menyebut, tahun ini kedua tradisi itu dilakukan di Masjid Raya Kedatukan Sunggal Serbanyaman sekaligus menjadi kegiatan punggahan Pemko Medan pada Kamis (12/2/2026).

“Ini merupakan kali pertama digelar di Kota Medan. Harapannya kegiatan kebudayaan ini bisa menjadi agenda rutin kita setiap tahun. Kalau tahun ini tradisi Melayu, bisa juga tahun depan kegiatan dari suku lainnya. Pastinya Pemko Medan selalu mendukung kegiatan kebudayaan yang ada,” tuturnya. (hm27)

BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN